Friday, March 26, 2010

Jumong episode 56



3 tahun sudah berlalu....

Di Jolbon, Yang Tak dan Yeon ChaeRyeong mengatakan pada semua bahwa Song Yang akan pindah ke Gyeru mulai sekarang karena Biryu tidak lagi dalam kondisi bagus sejak tahun lalu. Chan soo mengeluh mereka sudah mengajukan penawaran tapi masih tidak mungkin baginya untuk pendah ke sini, dan Yang Tak setuju mereka harus mundur. Yeon Chae Ryeong berkata mereka tidak punya pilihan karena mereka tidak punya pasukan untuk berperang dengan Song Yang. So Seo No meyakinkan bibinya agar tidak perlu cemas, ia akan pergi untuk berdagang garam ke Haeng In.

Malamnya, So Seo No berpikir sendirian, pembantunya datang dan berkata bahwa putranya, Biryu dan Ohnjo sudah tidur nyenyak. So Seo No minta agar pembantunya menjaga putranya saat ia pergi bisnis nanti. So seo No, Sayong dan Yeon Ta Bal pergi untuk melihat Woo Tae yang sedang melatih pasukan. Woo Tae bertanya mengenai anak2, So Seo No berkata mereka baik2 saja, jadi tidak perlu dikhawatirkan. Woo Tae lapor pada Yeon Ta Bal, pasukannya semakin bagus skill-nya. Sayong berkata itu sudah seharusnya karena mereka sudah berinvestasi banyak untuk mereka. So Seo No minta agar mengirim 50 orang pasukan 4 hari lagi ke Gyeru dimana Song Yang akan datang. Yeon Ta Bal minta Woo Tae untuk bersiap, Woo Tae bersumpah akan membalas apa yang sudah dilakukan Song Yang, tapi So Seo No minta agar Woo Tae tenang dan hati-hati karena ini penting dan Woo Tae setuju.

Di gunung Bongae, Mo Pal Mo melanjutkan membuat persenjataan baja untuk Ju Mong dan pasukan Da Mul. Mu Song membantu sambil bercanda..Ju Mong dan Three Musketeernya juga bersama pasukan Damul terus bertempur melawan berbagai macam suku Han. (Bangsa Han punya banyak suku).

Ketika Ju Mong kembali, Mo Pal Mo minta maaf dia masih gagal membuat rompi baja untuk perang. Ju Mong menghiburnya itu bukan hal yang gampang dan Mo Pal Mo adalah kontributor terbesar bagi pasukan Damul. Jika tangan dan tubuh Mo Pal Mo sakit akan menjadi kehilangan besar bagi Damul, itu sebabnya Ju Mong minta Mo Pal Mo menjaga kesehatannya baik2. Mo Pal Mo jadi tersentuh.

Di Hyeonto, Yang Jeong menerima Song Yang. Song Yang tanya mengapa Yang jeong memanggilnya, Yang jeong memperlihatkan padanya peta yang memperlihatkan semua yang ditaklukkan Ju Mong dan pasukan Da Mul-nya, dari Chang Cheon Gok ke Joongsan, ke Gyesoo-jok, ke Dongman-jok, dan bahkan Seonmi-jok, dan sekarang Hyeonto juga terancam...Song Yang menjawab bahwa ia siap membantu jika diperlukan. Yang Jeong berencana akan menghancurkan Ju Mong dan pasukan Da Mul, dan kemudian menyerang Bu Yeo. Sang Yong kaget.

Dongseon kembali dari perjalanan di perbatasan Dong Moon memeriksa keadaan Dae So dan Yang Seol Ran, dia lapor bahwa keduanya sangat menderita. Dong Seon juga berkata bahwa istana Bu yeo tampaknya tidak berniat memanggil kembali Dae So dan Seolran, maka Yang Jeong murka dan ia bersumpah demi nama Geum Wa, berkata bahkan binatang pun menjaga anaknya lebih baik dari pada dia...

Para menteri bertanya apa Yang jeong akan membawa Dae So dan Seol Ran ke Hyeon To saja, Dong Seon juga setuju dengan usul para menteri...

Di Buyeo, Ma Wu Ryeong memimpin upacara suci dengan pengorbanan darah domba ...Raja Geum Wa, Ratu Won Hu, dan banyak pemimpin Bu yeo hadir. Pangeran Yeong Po minum anggur sampai mabuk, Ma Jin minta Yeong Po berhenti. Yeong Po berkata apapun yang dilakukan ayahnya untuk menyenangkan langit melalui kuil dan persembahan, satu2nya cara untuk menyelamatkan Bu Yeo adalah dengan raja baru..dan ia tertawa lalu minum anggur lagi. Songju tiba dan berkata pada Yeong Po bahwa Raja memanggilnya untuk menghadiri sidang.

Pangeran Yeong Po dengan gugup bergegas menghadiri sidang. Raja tiba dan tanya mengenai keadaan Bu yeo pada para menteri. Semua melaporkan mengenai keadaan Bu Yeo yang tidak baik. Kakak Ratu berkata mereka harus minta bantuan Han, tapi Bu Deuk Bul tidak setuju dan berkata Han tidak akan membantu Bu yeo dan mereka justru akan menyerang Bu yeo jika mereka tahu kelemahan Bu yeo. Bu deok Bul menyarankan agar mereka menyerang Haeng In dan Okjeo. Setelah sidang selesai, Ratu minta agar Raja memanggil Daeso kembali, tapi Raja berkata jika waktunya tiba ia akan melakukan itu. Raja minta Ratu untuk pergi, tapi Ratu tidak mau dan memohon pada Raja kembali, kakak Ratu juga setuju, ia berkata Dae So sudah bertobat.

Tapi Geum Wa berkata Daeso (kaya merk apa ya..pompa air gitu..) belum berubah, Ratu kesal dan berkata yang berubah adalah Raja, bagaimana Raja bisa dengan mudah mengampuni gubernur Sa Chuldo yang sudah mengkhianatinya tapi tidak bisa mengampuni anaknya sendiri setelah begitu lama..Tapi Raja tidak bergeming dan ia marah, minta Ratu pergi untuk melihat sendiri bagaimana Dae So menjalani hari-harinya.

Di Benteng Dongmoon, Dae So menghabiskan waktunya dengan minum anggur dan menonton hiburan pertempuran berdarah. Sekelompok rakyat ditangkap dan Dae So memerintah mereka untuk bertempur melawan prajurit yang baru direkrut dan sekelompok berandal jalanan, dan Dae So tertawa saat ia menikmati melihat para prajurit dengan gampang membunuh orang2 itu. (kaya Kaisar Nero aja...) Dae So bertepuk tangan dan ia tanya siapa nama prajurit itu, namanya Bubuno. Dae So minta Naro melawan Bubuno, tapi Na Ro menolak, mereka bisa melakukannya besok. Ia mengingatkan Dae So bahwa Seol Ran menunggunya, Dae So dengan sinis berkata bahwa Naro sekarang sudah menjadi pembantu Seol Ran.

Dae So kembali dan Seol Ran menyatakan kemarahannya. Berapa lama lagi mereka harus hidup seperti ini, Dae So berkata berapa lama lagi Seol ran berencana untuk terus menanyakan hal yang sama. Seol ran mengingatkan Dae So apa ini yang bisa dilakukannya dan mengingatkannya sementara Dae So menghamburkan waktunya, Ju Mong sudah memiliki lebih dari 400 orang. Dunia menertawakan Dae So, mereka berkata itulah dia orang yang dulu dipikir adalah Naga, tapi Naga sebenarnya adalah Ju Mong. Dae So murka dan minta Seol Ran tutup mulut tapi Seol Ran tetap bicara dan berkata ia akan ke Hyeon To jika kehidupan mereka hanya seperti ini.

Suatu tempat dekat Jolbon, Woo Tae bersiap menyergap Song yang saat ia lewat, dan saat Song Yang mendekat, Woo Tae memerintahkan untuk menembakkan panah pada pasukan Song Yang. Song Yang lari, Sayong bergabung dengan penyerangan itu dan berdua bersama Woo Tae membantai pasukan Jolbon satu demi satu...dan mendekati Song Yang.

Woo Tae berkata pada Song Yang, tanah yang diinjak ini adalah kuburan Song Yang, tapi tepat saat Woo Tae akan membunuh Song Yang, Jenderal kepala dari pasukan Song Yang menusuk Woo TAe dari belakang dan Woo Tae ...jatuh dengan bertumpu pada lututnya, sementara Song Yang berhasil kabur dengan kuda.

Woo Tae memuntahkan darah segar, dan berkata pada Sayong untuk berkata pada So Seo No, dia minta maaf ia tidak bisa menyelesaikan harapan So Seo No...Woo Tae memanggil nama So Seo No dua kali dan mati.

Sayong bergegas melapor pada So Seo No dan Yeon Ta Bal. Sayong berkata Song Yang terluka tapi berhasil kabur dan mereka menangkap pasukan Song Yang. So Seo No senang dan tanya lalu mengapa kau bersedih? Sayong berkata Woo Tae meninggal. So Seo No tidak bisa berkata-kata dan Yeon Ta BAl tanya apa benar Woo Tae meninggal, Sayong minta maaf dan berkata, benar.

So Seo No tetap diam saja dan ia mulai berjalan pergi...Sayong berkata pada So Seo No ia benar-benar minta maaf, tapi So Seo No mengepalkan tangannya dan berkata mereka sedang menyiapkan pasukan ke Gyeru. So Seo No mengatakan ini dengan menahan air matanya, Yeon Ta Bal sedih melihat putrinya.

So Seo No membawa pasukannya menyerang Yeon Chae Ryeong. So Seo No mengulurkan pedangnya pada Yang tak dan Yeon Chae Ryeong dan memperingatkan mereka bahwa Song Yang tidak akan diam saja. Gyepil masuk dengan ceria. Tapi ia heran mengapa semua tampak sedih, Gyepil heran apa yang terjadi, kemudian orang2 membawa sesosok tubuh ditutup oleh kain putih. So Seo No dan Gyepil mendekatinya dan saat So Seo No membuka kain penutupnya ..dan terlihat wajah Woo Tae yang sudah kaku...Gyepil dan So Seo No menangis meratapi Woo TAe.

Song Yang lari ke Biryu dan mengumpulkan pasukan Jolbon untuk menyerang Gyeru, tapi Jenderal berkata mereka harus menunggu karena So Seo No tampaknya sedang membangun kekuatan.

Di dekat sungai, So Seo No dan Yeon Ta Bal dan semuanya memberikan penghormatan terakhir pada Woo Tae (hiks..Moon Noh mati lagi..), tubuh Woo Tae ditaruh diatas kayu dan kemudian disulut dengan api. So Seo No kembali ke Gyeru dan ia memimpin Gyeru. Rakyat Gyeru bersorak menyambut So Seo No.

So Seo No memberi pengumuman, mereka telah hidup dibawah tekanan Song Yang. tapi mereka tidak akan melakukannya lagi dan akan membuat Song Yang berlutut di depan mereka. Gyeru akan membebaskan diri dari Jolbon dan mereka akan membuat negara mereka sendiri. Rakyat bersorak-sorai dan Yeon Ta bal tersenyum.

Kemudian, Yeon Chae Ryong, Chan Soo, dan Yang Tak diseret di depan semua orang. Yeon Chae Ryeong mohon pada kakaknya agar mengampuninya. Yeon Ta BAl berkata ia menyerahkan semua pada So Seo No. Chan Soo berteriak, semua salahnya, So Seo No harus membunuhnya dan melepaskan ibunya. So Seo No mendekati mereka dan memerintahkan agar ikatan mereka dilepas. So Seo No berkata Chan Soo dulu adalah pemimpin mereka dan berkata pada bibinya bahwa ia sudah kehilangan pria yang ia sayangi dan ia tidak mau lagi melihat darah tercurah diantara mereka. Yang Tak berlutut dan berterima kasih atas belas kasihan So Seo No.

Beberapa waktu kemudian, Sayong menyarankan mereka harus menyerang Song Yang sebelum ia mengumpulkan kekuatan lagi. Sayong minta agar So Seo No menyerang Biryu dan membunuh Song Yang, so Seo No akan memikirkannya.

Paginya, So Seo No dan Sayong bergegas ke gunung Bongae untuk menemui Pemimpin Ju Mong. Ju Mong bergegas menyambut So Seo No. So Seo No membungkuk dan tanya apa Ju Mong baik2 saja. Ju Mong heran mengapa So Seo No datang. Sayong tersenyum pada Hyeop Bo, dan meninggalkan Ju Mong dan So Seo No sendiri. So Seo No berkata ia selama ini mengikuti berita penaklukan Ju Mong dan ia sudah menyiapkan pasukan, ada 200 orang. Ju Mong kaget dan So Seo No kemudian berkata ia datang untuk membantu Ju Mong mendirikan negara barunya.

Jika Ju Mong tetap di Bong Ae, akan sangat sulit untuk mendirikan negara, dan jika Ju Mong mau melakukannya, maka ia harus menemukan tanah yang baru. Ju Mong : apa tanah seperti itu ada, dan So Seo No minta agar Ju Mong datang ke Jolbon. So Seo No berkata banyak orang tinggal di Jolbon dan sudah ada sistem perdagangannya, dia akan membantu Pemimpin Ju Mong membangun negaranya di sana.

Sayong dan Hyeop Bo saling bertukar info. Hyeop Bo sudah terlibat begitu banyak peperangan, Sayong tenang karena Hyeop Bo sehat2 saja. Hyeop Bo tertawa dan tidak terlalu menganggap penting. Sayong jadi marah, ia berkata hidup manusia tidak ada yang tahu, jadi Hyeop Bo juga harus hati-hati. Hyeop Bo jadi kaget dan tanya apa yang terjadi di Gyeru. Sayong mendesah dan ia berkata Woo Tae meninggal dunia. Hyeop Bo kaget sekali.

Ju Mong mengantar So Seo No dan sayong pergi. Setelah mereka pergi, Hyeop Bo menghela nafas dan berkata hidup So Seo No sekarang pasti sulit. Ia berkata Woo tae meninggal dunia. Ju Mong kaget sekali dan Hyeop Bo berkata bahwa Woo Tae dibunuh oleh anak buah Song yang. Ju Mong melihat ke arah perginya So Seo No dengan tajam...

Sayong tanya apa So Seo No pikir Ju Mong akan setuju dengan bantuan mereka. So Seo No tidak tahu, Sayong tahu ini bukan keputusan mudah untuk Ju Mong.

Ju Mong membahas tawaran So Seo No dengan 3 Musketeers-nya. Ma Ri berkata ini bagus dan akan pergi ke Jolbon setelah urusan selesai. Hyeop Bo dan O Yi juga setuju. Tapi Jaesa berkata tidak semudah itu. Jika mereka mendirikan negara mereka di sana, siapa yang akan bertahta, Raja Ju Mong atau Ratu So Seo No? 3 Musketeer berkata bahwa So Seo No bukan pribadi seperti itu, tapi Jae Moo Muk berkata jika mereka tidak hati-hati, mereka hanya akan dimanfaatkan oleh kelompok So Seo No.

Ju Mong berkata ia akan membuat keputusan setelah berpikir masak-masak.

Song Yang bertemu dengan pemimpin negara2 kecil di Jolbon. Song Yang berkata Yang Jeong menawarkan bantuan pada mereka. Mereka akan menyerang So Seo No bersama.

Ju Mong berkata pada anak buahnya ia akan mengadakan perjalanan dengan O Yi ke Bu Yeo.

Dae So menerima pesan dari Yang Jeong yang meminta mereka datang ke Hyeon To. Dae So berkata pada Na ro untuk bersiap pergi ke Hyeon to.

Di istana Bu yeo, Ratu Won Hu melihat Ye Soya dan Yu Hwa berjalan-jalan dengan putra Ju Mong yang masih kecil dan Ratu menghela nafas...Saudara laki2 Ratu mencoba menghiburnya dengan berkata mengapa Da Mul tidak menyerang mereka, itu karena Yu Hwa dan Ye Soya dan bayi itu, menjadi tawanan rumah di sini.

Yu Hwa berkata pada Ye Soya, ia akan minta Geum Wa untuk mengirim Soya dan Yu Ri (kelak akan menjadi Raja ke-2 Goguryeo) pada Ju Mong. So Ya berkata bahwa waktunya tidak tepat, dan lebih baik menunggu sampai Ju Mong mendirikan negaranya dulu, karena jika tidak, maka situasi Da Mul dan Bu yeo akan sulit.

Ju Mong dan O Yi dalam penyamaran di kota dekat Bu yeo dan Jol Bon, O Yi mendapati bahwa Hyeon To mengirim pasukan ke Jolbon dan kemudian Ju Mong melihat Dae so dan Yang Seolran lewat.


Jumong 51-55
Jumong 46-50
Jumong 41-45
Jumong 36-40
Jumong 31-35
Jumong 26-30
Jumong 21-25
Jumong 16-20
Jumong 11-15
Jumong 6-10
Jumong 1-5
Jumong

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.