Wednesday, May 19, 2010

Oh My Lady Episode 4

Min Woo, "Kae Hwa..."
Kae Hwa, "Ya?"
Min Woo, "Sulit bagiku mengatakannya, tapi jadilah ibu Ye Eun."

Apa? Kae hwa kaget sekali, ia berpikir ia harus jadi isteri Min Woo, Min Woo kaget sekali, Tidak..bukan seperti itu..

Tiba2 bel berbunyi, Min Woo melihat siapa yang datang : Hong Yu Ra! dan ia panik. "Bibi, masuk ke dalam." Kae Hwa bingung, kemana? Min Woo minta Kae Hwa sembunyi di kamarnya dan pastikan Ye Eun tidak ribut.

Min Woo membuka pintu, Yu Ra langsung menyapanya, Min Woo..Yu Ra..lama tidak bertemu..Keduanya masuk dan Yu Ra terlihat sangat percaya diri. Kae hwa tidak tahan dan mengintip, "Hm aku heran mengapa tidak ada wanita disini, jadi dia punya pacar di Amerika"
Min Woo memuji Yu Ra, ah kau masih sangat cantik dsb..Yu Ra memberikan hadiah untuk Min Woo, "Aku menghabiskan setengah hari memilih cologne ini di toko di New York, hanya untuk menemukan cologne yang cocok denganmu."

Sementara itu Kae Hwa tidak tahan, ia ingin ke toilet, "Tadi itu bukan bir, mengapa aku sangat ingin ke toilet..ah aku tidak tahan lagi" Kae in benar2 harus buang air kecil, maka ia memberi kode pada Min Woo, toilet! dan Min Woo berusaha mengalihkan perhatian Yu Ra agar Kae hwa bisa lari ke toilet.

Yu Ra mengaku ia datang untuk minta bantuan Min Woo. Setelah lulus dari sekolah mode di USA, Yu Ra bekerja di perusahaan fashion milik bibinya, merk-nya : Paran. Mereka ingin Yu Ra meyakinkan Min Woo untuk menjadi modelnya. Min Woo setuju saja.

Kae Hwa di toilet lupa kalau ia seharusnya tidak bersuara dan menyiram toiletnya. Suara itu membuat Yu Ra heran, ada orang lain disini? Min Woo cepat2 berkata oh itu toilet di apartemen atas. Tapi saat Ye Eun menangis, Min Woo bingung cari alasan. Min Woo buru2 mengantar Yu Ra keluar, dan berkata YuRa harus pulang sebelum terlambat.


Mereka sudah hampir keluar, tapi ponsel Yu ra tertinggal, mereka masuk lagi dan bertemu Kae Hwa yang keluar dari toilet karena merasa aman. Kedua wanita itu kaget. Kae Hwa berpikir cepat, "Apa kabar, aku Yoon Kae Hwa, aku staf di perusahaan." Yu Ra, "Staf?" Min Woo berkata, aku takut kau akan salah paham jadi aku tidak mengenalkannya padamu. Dia datang mengirimkan naskah, jadi kuijinkan masuk.

Yu Ra hanya minta Min Woo lain kali hati2 saat mengijinkan orang lain masuk ke apartemennya.


Kae Hwa minta maaf, ia punya kebiasaan buruk, yaitu tidak tahan harus ke toilet setelah minum minuman keras. Keduanya langsung kembali ke inti masalah, Ye Eun. Min Woo ingin menulis kontrak yang menjelaskan tugas2 Kae Hwa sebagai ibu pengganti, dan mereka sepakat gaji per bulan, 300 Won plus tambahan 100 Won untuk Tahun baru dan pertengahan musim gugur. Tapi Min Woo berpikir, Kae Hwa akan membawa Ye Eun ke rumahnya dan Kae Hwa pikir akan merawat Ye Eun di apartemen Min Woo.

Apa? Min Woo tidak setuju, kau harus menjaganya sepanjang hari. Kae hwa mengerti jadi kalau begitu, aku pindah ke sini. Min Woo shock, tidak bisa, aku tidak nyaman. Kae Hwa ; "Kau kan pria, mengapa merasa tidak nyaman? kalau ada yang tidak nyaman, itu seharusnya aku." Min Woo, "Anak itu akan menangis seharian dan tempat ini berantakan." Kae Hwa berkeras dan akhirnya Min Woo juga mengharuskan Kae Hwa mengurus RT, Kae Hwa minta tambahan gaji. Akhirnya Min Woo minta Kae Hwa tanda tangan kontraknya, dan ia pergi.

Min Woo menemui Tae Gu dan memberikan uang padanya, aku tidak peduli kalau kau harus terbang ke Amerika, tapi kau harus menemukan Yeon Hee untukku. Tae Gu berpikir Min Woo masih mencintai Yeon Hee.

Kae Hwa menemui Bok Nim, terima kasih ya..sudah menjaga Ye Eun dan memasukkan Ye Eun ke sekolah, kepala sekolah dan kau benar2 malaikat! Bok Nim tidak mau menerima begitu saja, "Sudahlah dan katakan padaku apa ini sebenarnya, mengapa kau mendadak jadi baby sitter?" Kae Hwa memutuskan untuk menceritakan tentang Sung Min Woo. Bok Nim kaget sekali dan Kae Hwa harus teriak, hei hati2 kalau menyetir! Bok Nim : "Sung Min Woo itu?! Itu putri Sung Min Woo?" Kae Hwa langsung berpesan, jika kau membocorkan ini, kau dan aku akan mati.

Bok Nim, "Oh ..oh..ah itulah, aku bilang apa, anak itu sangat cantik."

Tidak lama berselang, Kae Hwa mendapat telp dari tempat Ye Eun belajar, Ye Eun tidak mau berhenti menangis. Kae hwa datang dan menenangkan Ye Eun. Bok Nim berkata anak ini gelisah karena trauma ditinggalkan oleh ibunya dan ia belum bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya, anak itu takut. Karena kondisinya ini, cara terbaik memulihkannya adalah membantunya dekat dengan ayahnya.

Bok Nim menganjurkan dilakukan tes DNA, alasan pertama, Min Woo harus mendapat bukti konkrit kalau Ye Eun itu benar putrinya, kedua, jika ternyata Ye Eun bukan putri Min Woo, kita tidak bisa bertanggung jawab atas anak ini selamanya. Kae Hwa memberanikan diri mengambil sample dari sikat gigi Min Woo dan juga Ye Eun.

Min Woo dan Yu Ra makan siang dan Yu Ra menanyakan proyek terbaru Min Woo, Min Woo menceritakan mengenai proyek musikalnya. Yu Ra tidak terlalu tertarik, menurutnya main di panggung itu tidak begitu penting. Min Woo minta mereka kontak terus dan Yu Ra setuju.

Makan siang mereka diinterupsi (kaya anggota DPR aja ya..interupsi) oleh telp. Min Woo langsung mematikannya, itu telp dari manajer Yoon Seok yang kesal karena Min Woo sudah mengganti passw apartemennya, dan juga Min Woo mematikan telp dari Kae Hwa yang ingin mengingatkan latihan pertamanya. Min Woo melepaskan baterai ponselnya dan konsentrasi bicara dengan Yu Ra.

Manajer Yoon tidak suka dan memutuskan mencari Min Woo di perusahaan The Show. Di perusahaan itu, semua sebal menunggu Min Woo, dia sudah lebih dari satu jam terlambat dan tidak bisa dihubungi via telp. Kae Hwa pura2 bicara dengan Min Woo di telp, dan tepat saat itu Min Woo datang, hehe..aneh..Kae Hwa pura2 habis bicara dengan Min Woo, tapi semua tahu dia bo'ong.


Shi Joon menunggu Min Woo dan ia tidak suka saat Min WOo minta maaf tapi tidak sungguh2. Shi Joon menyuruh Min Woo minta maaf sungguh2, yang tentu saja menyinggung harga diri Min Woo. Shi Joon, "Kau tidak tahu tepat waktu dan minta maaf. Kami tidak perlu orang yang tidak bisa hal2 yang sangat mendasar itu."

Min Woo tidak membantahnya, dan ia berkata mereka membutuhkan bintang bukan orang dengan sopan santun. Kalian bisa pilih salah satu bukan keduanya. Shi Joon marah dan berkata Min Woo masih belum "benar2 jadi orang", Min woo membalas, apa orang yang sebenarnya itu adalah yang menghancurkan proyeknya dan terlibat hutang jutaan won?

Shi Joon, "Aku bukan orang bodoh yang mengharapkan sesuatu darimu. Pergi." Min Woo keluar.

Manajer Yoon Seok mencoba mengambil kembali kendalinya atas Min Woo, sudahlah, tinggalkan pertunjukkan musik ini, sebelum kau ditendang keluar. Aktingmu jelek dan tidak akan membuatmu sukses.

Min Woo berkata, "Aku bisa kerja keras." Manajer Yoon tertawa, ada juga hal yang tidak mungkin di dunia ini, dan menyebut diri aktor bukan berarti kau jadi aktor. Lebih baik kau menurut denganku.

Kae Hwa melihatnya dan ia merasa kasihan pada Min Woo. Kae Hwa menunggu Min Woo di dekat mobilnya dan menyapa Min Woo dengan ceria. Ayo, aku yang menyetir, bagaimana seorang bintang bisa tidak punya sopir, sini kuncimu, kata Kae Hwa dan membawa Min Woo jalan-jalan. Min Woo tanya mau kemana, jangan ke pantai timur, atau tempat klise yang lain.

Kae Hwa : "Itu hanya terjadi di drama, lagipula pantai timur kan jauh, buat apa kesana?" Mereka pergi ke supermarket, bwa..ini juga klise...!! Min Woo merasa ketakutan, ia takut dikenali.

Dan benar saja, sekelompok ibu-ibu melihatnya dan mereka mengejar Min woo dan Kae Hwa lengkap dengan gerobak dorong eh..grocery cart mereka, kalau fans remaja mah bukan apa2 dibanding ibu2 ini serbu....!!! hmmm..ibu-ibu di lawan...

Shi Joon duduk dan melihat audisi penari dilatih oleh koreografer Jung Ah, isterinya. Saat Shi Joon akan pergi, seseorang menyapanya dan ia mengenalkan diri sebagai Chae Ho Suk, rekan Jung Ah. Shi Joon mengenalinya sebagai pria lain itu.

Shi Joon jadi dingin dengan istrinya. Jung Ah mendesak Shi Joon untuk membawa Min Woo kembali ke pementasan ini, Shi Joon tidak akan sanggup jika pertunjukkan ini gagal. Shi Joon menjawab, jika kita bercerai, aku tidak punya tanggungjawab atas hutangku, jangan cemas. Kata2 itu membuat isterinya bingung.

Kae Hwa dan Min Woo makan bersama, Kae Hwa mulai membujuk Min Woo dengan cara halus, ia memuji Min Woo dan Min Woo berpikir, oh dia pasti menyukaiku. Tapi Min Woo tahu Kae Hwa punya maksud lain. Kae Hwa menyarankan Min Woo mengambil proyek ini sekali saja, dan jangan takut.

Min Woo, "Apa kau pikir aku tidak melakukannya karena takut?" Kae Hwa langsung menjawab, jika kau tidak takut, cobalah. Dan kau bisa menunjukkan pada manajer yang tidak menghormatimu itu.

Oo..Min Woo langsung tahu Kae Hwa mendengar percakapannya, apa kau mendengar percakapan kami? Kae Hwa berusaha melunakkan kata2nya dan Min Woo berkata, diam, siapa kau, bertingkah sepertinya kau tahu semuanya. Apa yang kau tahu di industri ini, kau orang yang mengambil keuntungan dari kelemahan orang lain. Untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji 800 ribu Won. Aku kasihan padamu karena kau bercerai dan tidak punya rumah, jadi aku tanda tangan kontrak itu.

Min Woo pergi dan ia mendengar saat Kae Hwa menerima telp dari mantan suaminya, Min Ji akan wisata studi keluar dan Kae Hwa minta suaminya menyiapkan kimbap untuk Min Ji. Mantan suaminya tidak mau peduli, mereka bisa membelinya. Kae Hwa merasa menyiapkan makan siang untuk anaknya adalah tradisi dan ia tidak mau membuat putrinya sedih.

Kae Hwa, "Min Ji akan sangat sedih dan ia bisa menangis. Aku tidak akan membuatnya menangis lagi. Dia sudah sangat terluka karena kita. Kau hanya perlu menjaganya sebentar, apa kau tidak bisa menjadi ayah yang baik sebentar saja."

Kae Hwa keluar, dan ia berhenti di dekat pintu Min Woo dan minta maaf, Min Woo berkata, apa kau tidak punya harga diri, minta maaf secepat itu?

Min Woo dipanggil keluar untuk bertemu Shi Joon. Shi Joon minta maaf, Min Woo benar, mereka membutuhkan bintang, jadi tidak adil jika mereka mengharapkan hal lain dari Min Woo. Shi Joon juga mengaku, Min Woo benar, ia punya hutang banyak dan hampir saja menghancurkan proyeknya. Bagi Min Woo, jika proyek ini berlalu, tidak akan berpengaruh apa2, tapi bagi dirinya, ini mempertaruhkan hidupnya disini. Itulah kehidupan seorang produser, jika proyek mereka gagal terus, mereka akan berakhir di jalan.

Min Woo sedikit melunak tapi ia masih tanya mengapa Shi Joon menganggap ia mengambil proyek ini tanpa berpikir. Min Woo berkata, aku memilihnya karena aku punya alasan.

Min Woo tanya, "Kau tidak menghargaiku kan? Karena kita bertemu saat aku masih berusia 20 dan tidak matang. Tapi usiaku bertambah sekarang." Aku sudah mempelajari kehidupan dan aku mengerti. Shi Joon minta Min Woo melakukan pertunjukan musik ini dan minta pengertian Min Woo jika ia kehilangan kesabarannya di masa mendatang.

Malamnya, Shi Joon duduk sendirian di kantornya dan ia merenung, Kae Hwa masih kerja dan ia melihat Shi Joon. Kae Hwa merasa tidak enak, diam2 ia masuk ke kantor Shi Joon, Presiden, jangan mencemaskan Min Woo, aku akan mengurusnya.

Dalam perjalanan pulang, Min Woo menelp Kae Hwa dan minta dibawakan bir. Kae Hwa melakukannya, di ponselnya nama Min Woo berubah jadi "Akting Jelek" dan di ponsel Min Woo, nama Kae Hwa jadi "Orang yang suka ikut campur."

Tapi Min Woo mendapat telp dari Yu Ra, dan ia dengan senang hati mau menemui Yu Ra. Min Woo keluar, Kae Hwa juga mendapat SMS yang mengatakan bahwa laporan tes DNA sudah keluar dan sudah dikirim ke rumah. Kae Hwa cemas, ia mengajukan tes tanpa sepengetahuan Min Woo, jadi ia harus bergegas pulang untuk menerimanya sebelum Min Woo melihatnya.

Kae Hwa bergegas ke rumah dan pergi ke meja tamu tanpa tahu si kurir sudah datang tepat saat Min Woo akan keluar. Kae Hwa menoleh dan melihat Min Woo berdiri di lobi memandang ke arah Kae Hwa dengan marah? sedih? kecewa? bingung aku lihat ekspresi Choi Si Won dan hasil test itu diremas oleh Min Woo.

Oh 3
Oh 2
Oh 1

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.