Sunday, June 27, 2010

Dong Yi episode 28

Dong Yi diseret oleh pengawal dan akan dibawa ke Uigyeombu.

Dong Yi : Tuan, ada yang harus kukatakan, biarkan aku menyelesaikannya..Tuan!!
Kasim : Ada apa ini?
Pengawal : Dia seperti seorang Musuri..tapi terlihat mencurigakan di Daejeon.

Dong Yi melihat Sukjong, Yang Mulia..?

Dong Yi memohon pada Kasim untuk memaafkannya karena terlalu berani tapi ada yang harus ia laporkan pada Baginda. Kasim itu kaget mendengarnya. Dong yi minta Kasim itu untuk menyampaikan pesannya pada Sukjong, kalau dia adalah...

Kasim marah dan minta Dong Yi tutup mulut, beraninya kau berkata seperti itu. Kasim berkata Baginda sedang tidak enak hati dan minta penjaga menyingkirkan Dong Yi. Kasim itu pergi dan Dong yi berjuang dan mencoba melepaskan diri, Dong Yi teriak ia adalah Pungsan dan ia harus bertemu Baginda.

Sukjong berpaling dan ia seperti mendengar Dong Yi, penjaga memerintahkan agar Dong Yi diusir dari situ dan Dong Yi teriak.

Dayang Istana Daejeon datang dengan berlari dan lapor kalau Ratu Jang sudah sadar. Sukjong senang mendengarnya dan memerintahkan rombongannya segera ke Gyotaejeon. Dong Yi teriak memanggil Sukjong tapi ia hanya melihat Sukjong pergi.

Sukjong tiba di Gyotaejeon dan tanya apa benar Ratu Jang sudah sadar, dan ia masuk. Jo Sang Gung ada di dalam dan sedang memberikan obat untuk Ratu Jang. Sukjong menenui Ratu Jang dan tanya bagaimana keadaan Ratu, apa sudah membaik. Ratu Jang meyakinkan Sukjong kalau ia baik2 saja dan minta Raja jangan cemas.

Sukjong berkata bagaimana ia tidak cemas, apa kau tidak tahu bagaimana kagetnya aku saat tahu kau tiba2 pingsan? Dan tabib istana berkata kau hampir saja kehilangan nyawamu.

Ratu Jang tanya apa Raja benar2 mencemaskannya. Sukjong jadi kaget dan Ratu Jang melanjutkan, jika ia tahu, ia akan terus saja sakit dan tidak sadarkan diri. Ratu Jang minta maaf karena membuat Sukjong gelisah, Ratu tahu ini tidak benar, tapi ia merasa bahagia dalam hatinya. Sukjong heran dengan kata2 Ratu Jang.

Dong Yi diseret dan dilemparkan ke tanah oleh pengawal Raja. Jangan pernah mendekati Daejeon lagi atau kau tidak akan diampuni, apa kau mengerti? Penjaga itu pergi, Dong Yi berkata pada dirinya sendiri, padahal tinggal beberapa langkah lagi tapi aku tidak bisa menemuinya. Dong Yi merasa kecewa.

Pelayan Ny. Yoon lapor kalau Ratu Jang sudah siuman. Ny. Yoon lega mendengarnya. Pelayan-nya mengusulkan agar Ny. Yoon ke istana menjenguk Ratu Jang, tapi Ny. Yoon menolaknya, ia justru minta semua stafnya dikumpulkan. Pelayan-nya heran, tapi Ny. Yoon berkata lakukan saja. Ny. Yoon berkata pada dirinya sendiri, mulai sekarang, giliranku menjaga Ratu Jang.

Jang Hee Jae menemui Ratu Jang dan tidak mengerti bagaimana Ratu bisa begitu ceroboh dalam tindakannya, sampai hampir mengorbankan nyawanya, bagaimana Ratu bisa mengambil resiko yang tidak diperhitungkan seperti itu.

Ratu Jang berkata demi impian tidak realistisnya, dari orang biasa dengan status rendahan bisa menjadi penguasa Gyotaejeon. Jang Hee Jae kaget dengan jawaban adiknya. Ratu berkata jika ia tidak ingin digulingkan dari posisinya, paling tidak yang bisa ia lakukan adalah mengamankan posisinya. Jang Hee Jae shock. Ratu tanya, mengapa kau berkata tidak diperhitungkan, tidak ada di dunia ini yang tidak bisa dilakukan, bahkan jika aku harus mempertaruhkan nyawa, karena aku tidak ingin kehilangan hati Sukjong ataupun posisiku sebagai Ratu.

Ratu Jang : Apa kau mengerti keputusanku melakukannya?

Jang Hee Jae meyakinkan adiknya, kalau begitu biarkan aku yang menyelesaikannya untukmu, aku akan menggunakan nyawaku untuk memenuhi keinginan-mu. Jang Hee Jae bersumpah pada Ratu Jang, ia tidak akan melepaskan Dong Yi. Jang hee Jae berkata ia akan menjerat leher Ratu Inhyeon, ia harus melakukannya untuk Ratu Jang.

Jang Hee Jae pergi dengan kemarahan dimatanya. Jang hee Jae menemui Oh Tae seok dan berkata Ratu Jang sudah sadar, apa yang sudah mereka siapkan harus segera dilakukan. Oh Yun berkata semua persiapan sudah siap, kali ini bukan saja Ratu Inhyeon, mereka akan juga mengejar semuanya. Jang Hee Jae berkata ya mereka harus melakukannya, siapapun yang melawan Ratu Jang, bahkan semua bawahan di istana, akan dihabisi semua tanpa ampun. Oh Tae Seok terkejut dengan perubahan nada suara Jang Hee Jae.

Sukjong berpikir dan ingat kata2 Ratu Jang padanya. Dia menghela nafas. Kasim Han masuk dan berkata ini sudah malam, Baginda harus segera istirahat. Sukjong berkata dalam teh Ratu Jang terbukti ada racunnya. Siapa yang ingin mencelakakan Ratu Jang. Kasim Han juga merasa khawatir. Sukjong berkata Ratu Inhyeon pasti dituduh sebagai dalang kejadian ini, apalagi ini sudah mengancam nyawa Ratu Jang.

Sukjong mengeluh mana yang benar dan mana yang palsu, ini semua membuatnya bingung dan kabur. Sukjong berkata ini terjadi akibat ketidak becusan-nya dan kekurangan-nya sebagai Raja.

Dong Yi duduk di kedai minum dan ia mengingat Sukjong jalan menjauh dan Dong Yi merasa tertolak. Seol hee datang menemuinya. Dong Yi heran melihat Seol Hee. Seol hee menjelaskan, pelayan Nam yang mengatakan kalau Dong Yi ada disini.

Dong Yi berkata di tempat inilah, Dong Yi dan Sukjong minum saat Sukjong keluar dari istana. Dong Yi berkata jika ia ada di sini, mungkin Sukjong akan datang dan ia bisa bertemu dengannya. Dong Yi merasa Sukjong mungkin sudah melupakannya. Dong Yi merasa kecewa.

Seol Hee menyerahkan sebuah bungkusan, terimalah ini. Dong Yi tanya, apa ini? Seol Hee diam saja. Dong Yi membukanya dan ternyata itu sebuah haegeum (alat musik berdawai, dan dimainkan dengan digesek). Dong Yi menyadari sesuatu, ini....Seol Hee membenarkan, haegeum itu milik mendiang Choi Dong Joo, kakakmu.

Ketika Dong Joo meninggalkan biro musik, ia memberikanku ini sebagai hadiah perpisahan. Seol Hee berkata ketika Dong Joo mengalami masa susah, ia akan memainkan haegeum untuk meredakan emosinya. Mungkin kau perlu memainkan haegeum ini. Dong yi terharu dan ia menyentuh haegeum itu dengan lembut.

Sukjong jalan2 dan melihat langit sementara Dong Yi memainkan haegeum kemudian ingat Sukjong berkata : Ini karena Dong Yi, jadi ia bisa mewujudkan impian-nya. Dong yi tanya apa impian Sukjong? Yaitu menjadi pria biasa di jalan hanya untuk sehari saja. Lalu saat Sukjong datang dengan baju resmi dan Dong Yi berkata Tuan pantas sekali mengenakannya. Sukjong berkata ini pertama kalinya ia mengenakan jubah ini. Saat Sukjong mengajarinya tentang Doktrin Confusius.

Dong Yi memainkan haegeum dan mengingat semua yang terjadi antara dia dan Sukjong, dan berkata : Yang Mulia, saya sekarang ada di kedai minum, apa anda bisa mendengarnya, saya ada di kedai minum...Sukjong menyentuh tempat Dong Yi biasa duduk dan merasa bingung.

Cha Cheon Soo dan seo Yong Gi memacu kuda mereka ke suatu tempat. Geum Hong (Gisaeng teman Seol Hee) mempromosikan Gibangnya. Han Jang Bu dan Hwang Jung Bu membagikan lukisan wajah Dong Yi. Geum Hong mendatangi Han Jang Bu dan menawarkan Gibangnya, Han tidak tertarik dan pergi. Hwang Jung Gu tanya siapa nama Geum Hong. Geum Hong mengenalkan diri dan Hwang memuji, Geum Hong cantik sekali. Polisi Han berteriak pada Hwang Jung Gu dan Hwang lari mengikuti Han Jang Bu.

Geum Hong merangkul pedagang yang tadi bertemu dengan anak buah Seo Yong Gi. Geum Hong tanya apa pedagang itu tidak mau mengadakan pertemuan di Gibangnya, pedagang itu meyakinkan Geum Hong, nanti akan banyak teman2 pedagang akan berdatangan ke sini, jadi ia akan membantu mempromosikan Gibang Geum Hong.

Geum Hong tanya, siapa pria2 tadi, pedagang itu berkata mereka perwira dari Doseong, tampaknya sedang mencari seseorang. Geum Hong melirik lukisan wajah DOng Yi dan berkata anak ini...Pedagang itu tanya apa Geum Hong tahu dia, Geum Hong mengambil gambar itu dan mengamatinya lalu memandang pedagang itu.

Cha Cheon Soo dan Seo Yong Gi sedang makan. Seo Yong Gi berkata sekarang mereka sudah tiba di Yangju dan kita akan memeriksa daerah ini dari selatan menuju istana. Setelah mencapai Utara Gyeonggi, ada pasukan dan bisa cari informasi disitu. Cha Cheon Soo mengerti. Dia berkata akan memeriksa golongan Cheonmin di Yangju. Seo Yong Gi berkata ya lakukan.

Hwang Jung Gu masuk dan lapor mereka sudah menemukan seseorang yang melihat Dong Yi. Seo Yong Gi dan Cha Cheon Soo kaget. Hwang Jung Gu membenarkan, dan ia merasa merinding dengan berita itu.

Seo Yong Gi dan Cha Cheon Soo keluar dan menemui Geum Hong. Han Jang Bu berkata, Gisaeng ini bernama Geum Hong dan berkata sudah melihat Dong Yi. Seo Yong Gi tanya, apa benar kau melihat Dong Yi? Geum Hong membenarkan, Dong Yi datang bersama temanku sesama Gisaeng dari Uiju. Mereka datang ke Gibangku beberapa hari lalu.

Cha Cheon Soo tanya : Uiju?
Geum Hong : Benar Tuan
Cha Cheon soo : Dimana Dong Yi sekarang?

Geum Hong berkata meskipun ia belum yakin, tapi ia mendengar kalau mereka harus masuk ke Doseong sesegera mungkin. Hwang Jung Gu kaget, mereka menuju Doseong??

Oh Ho Yang gelisah menunggu Hwang ju shik, Yeong Dal tanya memang ada tugas apa, apa ia bisa membantu tapi Oh Ho Yang menolaknya. Kemudian Hwang Ju shik kembali dan Oh Ho Yang tanya bagaimana? Hwang Ju Shik membisikkan sesuatu pada Oh Ho Yang. Oh Ho Yang senang sekali dan pergi.

Setelah Oh Ho Yang pergi, Hwang Ju Shik ngomel. Yeong Dal tanya memangnya apa yang diinginkan Oh Ho Yang? Hwang Ju Shik berkata, dia ingin tahu petugas Musuri mana yang bertugas sekitar jam 3 sore. Hwang Ju shik dan Yeong Dal kesal dengan kelakuan Oh Ho Yang.

Oh Ho Yang tahu kalau Musuri yang ia lihat kemarin adalah dari bagian laundry. Oh Ho Yang menuju ke bagian laundry, Dong Yi sedang menjemur cucian. Oh Ho Yang mengintip dan melihat Musuri itu mirip sekali dengan Dong Yi. Dong Yi dipanggil seniornya dan Oh Ho Yang berkata, bukan hanya wajahnya tapi juga tindak tanduknya, lalu dia sadar apa itu benar2 Dong Yi? Oh Ho Yang shock, apa sebenarnya yang terjadi..

Dong Yi mengambil air dari sumur dan tanpa sengaja menumpahkan air. Seniornya minta Dong Yi hati2. Dong Yi minta maaf dan seniornya tanya apa ia tidak apa2, lalu Dong Yi menginjak baju2, seniornya berkata kau tidak boleh seperti itu, itu baju2 dari Gyotaejeon. Dong Yi minta maaf dan mencoba membersihkan kotorannya dan ia menemukan saputangan yang penuh dengan kulit kacang Mung atau kacang hijau.

Kemudian ada sekelompok dayang yang bergegas, Musuri seniornya berkata jika para gungnyeo panik, berarti Biro penyelidik internal sedang mengadakan audit. Dong Yi heran, dan Musuri itu berkata kau tidak tahu ya, para gungnyeo dari biro penyelidik itu suka mengadaka audit secara mendadak. Dong Yi menyelinap.

Dong Yi melihat para Gungnyeo mulai panik dan ia ingat terakhir sebelum ia meninggalkan istana, mereka mengadakan penyelidikan bulan Maret dan sudah ada 2 kali audit lagi. Dong Yi berpikir, setelah bagian Chimbang (jahit), lalu Subang (sulam), kemudian Sedapbang (laundry). Kali ini Jeong Sang Gung yang akan memeriksa Sedapbang. Dong Yi senang.

Yoo Sang Gung mengumpulkan para Gungnyeo dan berkata dalam audit kali ini, mereka harus menyelidiki setiap hal yang mencurigakan yang mungkin membuat celaka Ratu Jang. Semua gerak-gerik dan tingkah laku gungnyeo yang mencurigakan. Semua mengerti dan akan berangkat. Yoo Sang Gung minta Jeong sang Gung berhenti lalu tanya dibagian mana Jeong Sang Gung akan mengaudit. Jeong Sang Gung menjawab di Sedapbang. Yoo Sang Gung memandang Jeong Sang Gung.

Dong Yi gelisah menunggu Jeong Sang Gung yang belum datang juga, tapi Dong yi berpikir, jika ia tiba2 muncul di depan mereka apa yang harus ia lakukan, bagaimana ia menghadapi ini, lalu ia menyadari sesuatu.

Para Gungnyeo mencoba menyembunyikan sesuatu, lalu Dong Yi membuka pintu dan membuat para gungnyeo itu ketakutan. Dong Yi berkata seseorang memintanya mengirim baju. Para Gungnyeo minta Dong Yi meletakkannya dan segera pergi. Dong Yi mengerti. Dong Yi meletakkan baju itu di tempat baju sementara para gungnyeo itu pergi sambil tanya apa teman2nya sudah menyembunyikan semua barang2 dengan baik?

Dong Yi bukan orang baru dalam bidang audit, dia tahu jelas kemana harus mencari barang2 itu. Dong Yi meletakkan catatan di salah satu kantung. Yoo Sang Gung minta para gungnyeo melakukan audit, Dong Yi meletakkan barang2 itu di tempat yang pasti akan ditemukan teman2nya.

Dong Yi kaget melihat Yoo Sang Gung ikut serta dalam audit, lalu ia menyembunyikan diri. Jeong Sang Gung tanya mengapa Yoo Sang Gung ikut memeriksa di bagiannya. Yoo Sang Gung berkata, salah siapa kau tidak bisa kupercaya. Jeong Sang Gung kaget. Yoo Sang Gung menyinggung tentang ketidak-sukaan Jeong Sang Gung pada Ratu Jang. Jika ada yang salah, pasti Jeong sang Gung akan menyembunyikannya.

Jung Im juga tidak bebas, Eun Geum dan shi Bi mengikutinya. Jung Im berkata mereka masih petugas junior dan belum bisa memeriksa kediaman para dayang dan selir dengan pangkat tinggi. Yoo Sang Gung memerintahkan Jung Im untuk mengijinkan Eun Geum dan Shi Bi untuk ikut memeriksa.

Dong Yi merasa kecewa karena bukan Jung Im yang memeriksa ruangan. Eun Geum dan Shi Bi memeriksa ruangan itu dan menemukan sesuatu di bawah lemari tapi hanya mengeluarjan cincin giok. Jung Im tanya apa cuma ini temuan mereka. Shi Bi berkata ini sudah semuanya dan tidak ada yang mencurigakan. Jung im berkata mereka harus memeriksa tempat tidur dan lemari. Dayang bagian cuci suka menyembunyikan barang2 di tempat2 itu.

Eun Geum berkata agar Jung Im jangan sok pintar, mereka juga tahu. Eun geum dan Shi Bi pergi. Jeong Sang Gung tanya apa sudah semua. Jung Im berkata sudah dan mereka pergi. Dayang pemimpin Sedapbang berkata kalau audit sudah selesai dan bisa kembali kerja. Dong Yi kecewa bagaimana ia bisa mengontak Jeong Sang Gung.

Oh Ho Yang pulang ke rumah dan mencari ayahnya. Oh Ho Yang lapor ia melihat Dong Yi di bagian Musuri. Ayahnya kaget, Oh Ho Yang berkata ia yakin sekali. Oh Tae Pung berkata anaknya mengkhayal, bagaimana mungkin, Dong Yi kan sudah mati. Oh Ho Yang berkata, kalau itu ia juga tidak tahu. Ayahnya tanya, apa kau benar2 yakin kau melihat Dong Yi? Oh Ho Yang ketawa, dan tanya siapa dia..Dia adalah Oh Ho Yang yang bisa mengenali gadis cantik dari jarak jauh (kaya Misaeng dong, mengenali So Hwa dengan gampang haha), itulah anaknya.

Oh Tae Pung bingung, bagaimana ini bisa terjadi.

Bong Sang Gung berbisik pada Jeong Sang Gung kalau lebih baik mulai sekarang temannya itu harus ekstra hati2. Apa maksudmu tanya Jeong Sang Gung. Bong berkata, maksudnya Yoo Sang Gung, sepertinya ia curiga denganmu. Ae jung berkata orang yang melawan Ratu Jang akan diperiksa. Jeong Sang Gung tanya apa salahku, mereka akan menuduhkan apa padaku? Bong Sang Gung hanya mengingatkan agar hati2.

Jung Im masuk dan berkata ia harus bicara dengan Jeong Sang Gung. Jeong Sang Gung kaget, ada berita tentang Dong Yi? Jung im membenarkan, ia punya bukti Dong Yi ada di istana. Bagaimana kau tahu? Jung Im mengeluarkan kantung tempat Dong Yi menyimpan pesannya. Jung Im berkata ia menemukan kantung ini ketika memeriksa bagian cuci.

Jung Im berkata ketika ia memeriksa kembali ruangan yang diperiksa Eun Geum dan Shi Bi, dia menemukan kantung ini dan ia menemukan pita seperti kertas dengan huruf2 dan ia ingat kalau itu sandi scytale (seperti yang ditemukan Dong Yi saat utusan Qing datang)

Jung Im menunjukkan pesan itu dan tanya apa Jeong Sang Gung ingat ketika utusan Qing datang, Dong yi menemukan ini. Jeong Sang gung ingat. Jung Im mengambil kuas dan menggulung kertas pita itu disekitar kuas lalu muncul pesan, "Sedapbang, Susayi" Jeong Sang Gung berkata, susayi berarti musuri. Jung Im membenarkan. Ini bukti kalau Dong Yi disini.

Jeong sang Gung berkata jadi Dong Yi sekarang menjadi Musuri Sedapbang?

Dong Yi masuk ke kamar itu dan melihat kalau pesan-nya hilang. Dia bingung, apa yang terjadi. Ia ingat ia meletakkan kantung itu disini. Kemudian para gungnyeo kembali dan memergoki Dong Yi di kamar mereka, apa yang kau lakukan di sini? Kau mencuri ya..

Gungnyeo itu mengusir Dong Yi dan akan membawanya ke biro penyelidik internal. Dong Yi memohon agar jangan dibawa kesana. Saat itu, Jeong Sang Gung dan Jung Im tiba. Keduanya melihat Dong Yi, itu memang Dong Yi.

Jeong Sang Gung memanggilnya, Dong Yi!. Para gungnyeo di sedapbang membungkuk dan mundur, Dong Yi mengenali Jeong Sang Gung : Nyonya! Jeong Sang Gung lari memeluk Dong Yi, dia tidak percaya, ini benar2 Dong Yi. Dong Yi menangis, Nyonya!

Ketiganya bertemu, dan Jeong sang Gung tidak percaya Dong yi ternyata masih hidup. Dong Yi meyakinkan, dirinya bertahan dan sekarang kembali ke istana. Jeong Sang Gung tanya apa yang terjadi, selama ini kau kemana saja, bagaimana kau bisa ada di istana menyamar sebagai Musuri.

Jung Im berkata kami semua berpikir kalau kau sudah meninggal. Selama ini sangat sulit menemukan Dong Yi. Seo Yong Gi dan Cha Cheon Soo juga panik sekali mencari Dong Yi, begitu pula Baginda Raja. Dong Yi kaget, Baginda mencariku? Jeong Sang Gung membenarkan, Sukjong ingin menemukan Dong Yi dan ia pura2 melepaskan Seo Yong Gi dari jabatan-nya, itu semua hanya untuk mencari Dong Yi. Dong Yi terharu.

Kasim Han masuk ke ruangan Sukjong dan berkata Do Seong Ji ingin menghadap. Do Seong Ji masuk dan Sukjong tanya apa Uigyeombu sudah menemukan sesuatu? Do Seong Ji diam dan kemudian berkata ini sudah diperkirakan sebelumnya. Apa maksudnya? tanya Raja. Do Seong Ji berkata sepertinya insiden Ratu Jang ini melibatkan pendukung Ratu Inhyeon. Sukjong kaget sekali.

Jeong Sang Gung dan Jung Im kembali ke Biro penyelidik dan Jeong Sang Gung berkata ia akan menghadap Sukjong untuk mengatakan mengenai Dong Yi, dan ia ingin minta Raja menjaga keselamatan Dong Yi, Jeong Sang Gung minta Jung Im menemani Dong Yi untuk memastikan dia aman. Jung Im mengerti. Tiba2 Jeong Sang Gung bertemu Yoo Sang Gung, yang bertanya mengapa tampaknya Jeong Sang Gung terburu-buru sekali?

Dong Yi menunggu. Do Song Ji lapor sebelum festival Chimjamrye, ada yang lapor kalau gungnyeo dari biro penyelidik internal yang bertanggung jawab untuk urusan Chimjamrye dan pihak partai Seoin terlihat bertemu. Sukjong tidak mengerti, bagaimana mereka bisa menggunakan alasan pertemuan biro penyelidik dengan pejabat partai sebagai dasar tuduhan? Do Seong Ji berkata mereka bertemu sembunyi2 dan dilakukan di pondok Ratu Inhyeon. Apalagi dikatakan mereka sudah menemukan bukti yang mendukung hal itu. Sukjong benar2 bingung, bagaimana ini bisa terjadi..bagaimana...

Jeong Sang Gung dan Jung Im ditangkap Uigyeombu dari Biro penyelidik dan menghadapi Oh Yun. Jeong Sang Gung mereka salah menuduh, mereka bukan penjahat yang akan mencelakai Ratu. Ini tuduhan yang keliru. Oh Yun berkata keliru atau tidak, itu akan diselidiki nanti di Uigyeombu. Oh Yun memerintahkan anak buahnya membawa Jeong Sang Gung dan Jung Im. Yoo Sang Gung terlihat senang.

Menteri Jung In Guk juga ditangkap di kediamannya. Asisten Oh Yun membacakan kejahatan Jung In Guk, mereka dicurigai mencelakai Ratu Jang. Jung In Guk berkata ini tuduhan ngawur, tidak cukup ingin menjebak Ratu Inhyeon dan sekarang mereka ingin menjebaknya juga. Jung In Guk dibawa ke Uigyeombu dan Menteri Jung teriak.

Yoo Sang Gung sudah mengirim orang2 untuk merusak pondok Ratu Inhyeon, Jung Geum dan Ahn Sang Gung tidak berdaya mencegah mereka. Ratu Inhyeon keluar dan Jung Geum minta Ratu masuk kedalam karena bahaya diluar sini. Ahn Sang Gung hanya bisa berteriak tanpa daya pada mereka, beraninya kalian mengacau di kediaman Ratu Inhyeon. Mereka minta Ahn Sang Gung tutup mulut, siapa yang kau maksud Ratu Inhyeon?

Orang2 itu berkata pemilik pondok ini sudah mencelakai Ratu Jang dan terus merusak pondoknya. Ahn sang Gung teriak, kalian benar2 tidak takut pembalasan langit. Ratu Inhyeon berdiri dan melihat orang2 itu merusak kediamannya.

Ratu Inhyeon : Apa ini yang kau inginkan Hee Bin? Yang kau inginkan sekarang adalah nyawaku?

Ada percikan kemarahan di mata Ratu Inhyeon.

Ratu Jang merenung di kamarnya. Penangkapan demi penangkapan berlanjut untuk Ratu Inhyeon dan partai Seoin. Dong Yi menunggu Jeong Sang Gung dan heran mengapa lama sekali, lalu Dong Yi melihat Jeong Sang gung dan Jung Im ditangkap dan dibawa ke Uigyeombu. Dong Yi menyembunyikan diri.

Oh Yun memerintah anak buahnya, penjahat ini mencelakai Ratu Jang, jadi pastikan mereka dijaga ketat.

Jang Hee Jae berkata pada Oh Tae Seok mereka harus mengambil kesempatan dari masalah ini sampai akhir, siapapun yang berani melawan Ratu Jang di masa datang, siapapun ia, tidak akan pernah bisa menginjak istana. Oh Tae Seok meyakinkan Jang Hee Jae bahwa semua masalah sudah diselesaikan oleh Oh Yun tapi yang paling penting adalah menemukan Dong Yi, bagaimana dengan itu? Jang hee Jae tidak bisa menjelaskan.

Oh Tae Pung dan Oh Ho Yang mengunjungi Oh Yun di Uigyeombu. Oh Yun tidak terlalu suka melihat mereka, lalu tanya ada perlu apa. Oh Tae Pung berkata ada yang penting, anaknya, punya informasi penting. Oh Ho Yang berkata, ini mengenai Dong Yi, Oh Ho Yang menyombong ia sudah menemukan Dong Yi.

Jang Hee Jae mendengar itu dan tanya apa katamu tentang Dong Yi? Apa maksudmu Dong Yi ada disini? Jang hee Jae teriak pada Oh Tae Pung dan anaknya, apa kalian tidak mendengarku?? Dimana kalian melihat Dong Yi??

Oh Tae Pung berkata mereka kesini untuk lapor. oh Ho Yang membenarkan ayahnya. Jang Hee Jae merenggut baju Oh Ho Yang, jika kau tidak mau cepat mati ditanganku, lebih baik kau katakan sekarang dimana Dong Yi?

Oh yun mengumpulkan anak buahnya dan berkata Dong Yi sekarang menyamar sebagai Musuri di Sedapbang, tangkap dia segera. Anak buahnya mengerti dan pergi.

Ratu Jang mendengar dari Jang Hee Jae kalau Dong Yi sekarang ada di istana. Jang Hee Jae menegaskan dan berkata Dong Yi menyamar menjadi Musuri dan menyusup masuk istana dan berencana menemui Sukjong diam-diam. Ratu Jang terpana.

Jang Hee Jae mengumpulkan anak buahnya dan ia ingin Dong Yi, hidup atau mati, kalian harus membawanya ke hadapanku. Tidak peduli hidup atau jadi mayat, mengerti!!

Dong Yi mencoba lari dari istana dan ia melihat anak buah Oh Yun dan pasukannya. Dong Yi sembunyi, mereka mau menangkap dirinya. Dong Yi melihat pintu gerbang dijaga. Dong Yi berkata ia harus segera meninggalkan istana, apa yang harus ia lakukan.

Asisten Oh Yun mencari kemana-mana dan melihat sepasang sepatu di suatu sudut, ia pikir ia sudah menemukan Dong Yi. Ketika didekati, ternyata cuma sepatu, Dong Yi meninggalkannya sebagai pengalihan perhatian. Asisten Oh Yun marah karena tertipu dan memerintah anak buahnya untuk segera mencari Dong Yi.

Dong yi antri diantara para staf hanya mengenakan kaus kaki dan gelisah karena antriannya lama sekali. Tapi ia berhasil keluar dari istana dengan selamat.

Cha Cheon Soo dan Seo Yong Gi tiba di Doseong, mereka turun dari kudanya dan minta penjaga istal merawat kuda mereka. Seo Yong Gi berkata ia akan ke kantor polisi, mungkin Dong Yi kesana. Cha Cheon Soo berkata ia akan mencari di rumah. Keduanya berpisah.

Hwang Ju shik dan Yeong Dal senang saat mendengar Dong Yi ada di Doseong. Cha Cheon Soo berkata, Dong Yi mungkin tidak bisa datang ke tempat ini, dia mungkin sembunyi di suatu tempat, kalian harus mencarinya, di penginapan, atau kedai minum di Doseong ini. Hwang Ju Shik menyanggupinya. Cha Cheon Soo juga berkata Jang Hee Jae mengawasi kalian, jadi harus sangat hati2. Yeong Dal mengangguk.

Seo Yong Gi bergegas ke kantor polisi dan Han Jang Bu memberi salam. Ada yang mencari Seo Yong Gi. Han Jang Bu berkata Dong Yi tidak tahu kalau Seo Yong Gi dibebastugaskan dari kepolisian dan ia mencari Seo Yong Gi dan Cha Cheon soo. Seo Yong Gi tanya, siapa pria itu, apa ia pelayan Seol hee dari Uiju? Seo Yong Gi minta Han Jang Bu membantu Cha Cheon Soo mencari Dong Yi. Han mengerti dan pergi.

Malam hari, Dong yi mendaki bukit dan mengatur nafasnya, dia memandang lampu2 yang menyala di Doseong dan mulai terisak..

Dong Yi : Yang Mulia! Apa yang harus kulakukan sekarang?

Sukjong mengamati sepatu yang ingin ia berikan untuk Dong Yi. Sukjong membelainya dan merenung.

Ratu Jang mengenakan jubah resminya. Jo Sang Gung masuk dan mohon Ratu Jang istirahat karena belum pulih benar. Ratu Jang berkata Dong yi ada di istana, bagaimana ia bisa istirahat dan tidur dengan tenang dan nyenyak. Ratu Jang berkata ia harus ke Daejeon untuk memeriksa. Jo Sang Gung kaget tapi ia membantu Ratu Jang berdiri.

Cha Cheon Soo berkeliling kedai minum dan penginapan dengan lukisan wajah Dong Yi, lalu menanyakan pejalan kaki apa ada yang melihat gadis ini. Cha Cheon Soo mendekati sebuah kedai minum dan memperlihatkan lukisan wajah Dong Yi pada nyonya pemilik kedai, apa kau melihat Dong Yi? Nyonya itu berkata ia tidak melihatnya.

Tiba2 Seol hee muncul dan tanya nyonya itu apa melihat Pelayan-nya? Nyonya itu juga menjawab ia tidak melihatnya. Seol Hee melihat ke arah Cha Cheon Soo dan ia merasa familiar. Seol Hee tanya apa mungkin kau...Cha Cheon Soo melihatnya dan mengenali Seol Hee.

Seol Hee mengundang Cha Cheon Soo masuk ke kamar mereka dan Cha Cheon Soo melihat barang2 milik Dong Yi. Seol hee berkata dia bertemu Dong Yi di Uiju dan mereka kembali ke Doseong bersama.

Cha Cheon Soo : Dimana Dong Yi sekarang?

Sukjong jalan2 malam dengan Kasim Han lalu menuju ke kedai minum dimana dulu Sukjong, Dong Yi, Hwang Ju Shik dan Yeong Dal minum dan tertawa bersama. Sukjong berkata tempat ini masih sama tapi tetap saja tidak ada jejakmu dimana-mana. Kasim Han merasa cemas akan kerinduan Sukjong kepada Dong Yi. Sukjong meninggalkan kedai itu dan ia mendengar suara haegeum, Sukjong berpaling : Bukankah itu suara haegeum?

Kasim Han tidak mendengarnya. Sukjong berbalik dan mencari pemain haegeum itu.

Sukjong mencari arah suara haegeum ...

Dong Yi memainkan haegeum, dia tidak sadar Sukjong mendekati dari belakang, Dong Yi menghela nafas setelah selesai dan melihat ke langit. Dong Yi berseru : Yang Mulia!

Sukjong melihat ke pemain haegeum itu...Dong Yi menyentuh haegeum milik kakaknya dengan lembut.

Sukjong : Apa itu kau?
Dong Yi tersentak dan mengenali suara itu lalu ia berbalik..
Dong Yi : Yang Mulia !

Sukjong tidak percaya melihat itu benar Dong Yi.
Dong Yi : Yang Mulia! Dong Yi berdiri di depan Sukjong.
Sukjong tidak percaya. Dong Yi membungkuk memberi hormat pada Sukjong.

Sukjong : Benar..apa ini benar kau? Dong Yi menangis..
Sukjong : Orang yang berdiri di depanku sekarang, adalah kau..?

Sukjong terpana sejenak lalu segera maju ke depan dan memeluk Dong Yi dengan erat, seperti ingin memastikan bahwa ini bukan mimpi atau halusinasinya saja.

Sukjong : Ini benar2 kau..Dong Yi!! benar kau...

Sukjong memeluk Dong Yi dengan sangat erat.

Dong Yi 27

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.