Saturday, July 31, 2010

Dong Yi episode 36

Dong Yi akan meninggalkan perjamuan ketika Ratu Jang tiba.
Ratu Jang : Kau mau kemana? Cheon Sang Gung?

Dong Yi : Yang Mulia?
Ratu Jang : Perjamuan akan segera mulai dan kau mau kemana?
Dong Yi : Maafkan saya Yang Mulia, tapi sepertinya saya tidak enak badan, jadi saya ingin kembali ke kediaman saya untuk beristirahat.
Ratu Jang : Benarkah?
Dong Yi : Ya.
Ratu Jang : Aku pikir kau ingin melawan perintah Ratu dan kau ingin menghindari perjamuan ini. Sepertinya ini adalah perjamuan pertama bagimu dan kau mungkin merasa gugup. Tapi kau sekarang adalah anggota keluarga Raja, jadi kau seharusnya membiasakan diri. Jika tidak terlalu serius, kau harus ikut dalam perjamuan ini. Setelah perjamuan selesai, aku akan memerintah Tabib istana memeriksamu.

Dong Yi : Tapi...
Ratu Jang : Aku tidak meminta kau datang Cheon sang Gung, aku memerintahkan kau datang.

Dong Yi terpaksa duduk di tempatnya. Ratu Jang juga duduk dan minta Jo Sang Gung memastikan tidak seorangpun bisa meninggalkan tempat ini. Ae jung mendekati Dong yi dan berbisik sepertinya kita memang tidak bisa meninggalkan tempat ini, Nyonya. Dong yi terkejut, apa benar semua jalan sudah di-blok? Bong Sang Gung heran, apa maksudnya? Ae Jung berkata anak buah Ratu sudah menutup semua jalan keluar dan tidak akan mengijinkan Dong yi dan anak buahnya pergi dari sini. Dong yi semakin tidak tenang.

Cha Cheon Soo berlari ke arah Seo yong Gi dan lapor kalau ada pergerakan aneh di pihak mereka. Oh Yun sudah mengerahkan pasukan Uigyeombu ke lokasi pesta.

Anak buah Oh Yun mengumpulkan pasukan-nya dan menempatkan mereka diposisi tertentu. Cha Cheon soo datang dan tanya apa yang dilakukan Uigyeombu di tempat ini. Seo Yong gi tanya apa tujuan Uigyeombu mengerahkan pasukan ke istana?

Anak buah Oh Yun memberikan alasan kalau keluarga Raja dan juga pejabat pemerintahan berkumpul di dalam pesta, dia hanya menyediakan pengamanan. Seo Yong Gi berkata pengamanan di istana adalah tanggung jawabnya sebagai Nae Geum Gwan, jadi tolong kalian tinggalkan tempat ini.

Anak buah Oh Yun menolak, karena Nae Geum Bu tidak berhak memerintah Uigyeombu. Dia hanya mengikuti perintah Oh Yun. Anak buah Oh Yunlalu memerintahkan pasukannya untuk segera bergerak. Sementara itu, Oh Yun mengamati dari kejauhan.

Cha Cheon soo gelisah, Seo Yong Gi berkata, sepertinya ada yang mereka rencanakan dari hanya sekedar memberikan perlindungan. Kedatangan Sukjong diumumkan dan semua berdiri memberi hormat.

Dong yi duduk kembali, Sukjong melihatnya dan tersenyum senang, sementara ketika berpaling ke arah Ratu Jang ia kelihatan sedikit dingin. Sukjong berkata pada Kasim Han, pesta bisa dimulai.

Dong Yi ada di sebelah kiri Sukjong dan di seberang kanan mereka ada pasangan kerajaan, sepertinya itu adalah adik perempuan Sukjong bersama suaminya. Pesta mulai, dengan para penari di panggung bagian tengah. Utusan Qing terlihat menikmati pesta. Yeong Dal memainkan daegeum-nya. Do Seong Ji juga tampak menikmati suasana tapi menteri Jung In guk tidak. Oh tae seok tampak waspada. Ratu Jang terlihat sangat percaya diri.

Pesta dimeriahkan dengan kembang api. Dong Yi sama sekali tidak menikmati pesta ini.

Hwang Jung Gu lapor pada Seo Yong Gi, Uigyeombu sudah mengepung tempat ini. Seo Yong Gi memerintah semua pasukan Nae geum bu dikirim ke sini segera. Anak buahnya mengerti dan pergi. Malam itu suasana sekitar lokasi pesta sangat sibuk.

Jung Im mendekat dan lapor pada Jeong Sang Gung ada pergerakan yang aneh di luar. Pasukan Nae Geum Bu sudah dikirim ke lokasi pesta. Jeong Sang gung mendekati Dong yi dan membisikkan ini dan berkata kalau Dong Yi jangan cemas. Dong yi mengangguk dan menoleh ke arah Ratu Jang yang tampak tersenyum dan menikmati pesta.

Anak buah Jang Hee Jae datang dan melapor semua seperti yang mereka duga, pasukan Nae Geum Bu dikerahkan ke lokasi pesta. Jang Hee Jae mengerti dan ia ingat Ratu Jang sudah merencanakan ini, ketika pasukan Nae Geum Bu dikerahkan ke lokasi pesta, maka itu saatnya kita bergerak. Jang Hee Jae merasa cemas, apa yang akan terjadi kalau pasukan Nae Geum Bu ada di lokasi pesta. Ratu Jang berkata Dong yi adalah orang yang ada dalam bahaya, mereka akan memusatkan perhatian pada Dong Yi. Saat pesta, semuanya tertuju pada pesta itu, jadi kita harus segera mengambil kesempatan untuk mengambil buku itu. Jang Hee Jae mengerti.

Ratu Jang tersenyum dan ia bisa melihat pasukan Nae Geum Bu dikerahkan dan merasa puas karena mereka memakan umpannya. Ratu Jang melihat ke arah Dong yi yang terlihat resah dan tersenyum karena rencananya berjalan lancar.

Yoo Sang Gung dan anak buahnya datang ke Bo Yeong Dang. Mereka minta anak buah Dong yi ikut dengannya, untuk mengambil hiasan karena Dong yi akan segera diangkat menjadi anggota resmi keputren. Anak buah Dong yi heran, mengapa harus mengambilnya selarut ini, tapi anggota biro penyelidik tetap minta mereka mengikutinya. Salah satu staf Hyeong Yi, pelayan Dong yi yang pernah sakit. Setelah anak buah Dong yi pergi, Yoo Sang gung bergegas masuk ke Bo Yeong Dang mencari buku catatan militer itu.

Jang Hee Jae mengumpulkan anak buahnya dan memerintah mereka untuk memeriksa kediaman Dong yi dan semua yang dekat dengan Dong yi, cari buku militer itu, semua harus diperiksa, jangan terlewat satupun.

Penyusup mulai menggeledah rumah Seo Yong gi dan melumpuhkan pelayan Seo Yong Gi. Rumah Cha Cheon Soo juga digeledah, lalu ke rumah Shim Yun Taek.

Shim Yun Taek diikat dan dibawa ke gudang. Shim Yun Taek tanya, apa ini semua demi buku catatan militer itu, apa kalian pikir aku Shim yun Taek akan menyerahkan buku itu kepada kalian? Penjahat itu berkata kau tidak perlu repot, kami punya cara sendiri mendapatkannya. Shim Yun Taek heran dan menyadari kalau Jang hee jae sudah tidak bisa mentoleransi lagi.

Di pesta, Dong yi tanya pada Bong sang Gung, berapa lama pesta ini? Tidak lama lagi kata Bong Sang gung. Dong yi tampak sudah merencanakan sesuatu juga.

Yoo Sang gung mulai memeriksa kediaman Dong yi. Banyak sekali buku di kediaman Dong Yi, mereka terlihat hampir putus asa. Shi Bi dan Eun Geum belum berhasil menemukan buku militer itu. Yoo Sang gung mulai panik, pasti disembunyikan disuatu tempat yang aman, berapa lama lagi waktu kita?

Pesta usai, Dong Yi dan rombongannya bergegas kembali ke kediaman-nya. Ratu Jang melihat Dong yi pergi dan memerintah Jo sang gung, cepat cari tahu, perkembangannya! Di tengah jalan, Dong yi bertemu anak buahnya, Bong sang gung heran, mengapa kalian tidak di Bo yeong dang? Dari mana kalian? Anak buah Dong yi berkata gungnyeo dari biro penyelidik minta mereka pergi ke kantor biro penyelidik untuk mengambil hiasan dan barang2 yang akan digunakan untuk upacara penobatan.

Bong sang Gung heran, tapi mengapa selarut ini? Dong yi berkata kalau begitu, tidak ada orang di Bo yeong Dang? anak buahnya tertegun, Dong Yi dan Bong sang Gung merasa ada yang aneh. Dong yi bergegas kembali ke Bo yeong dang.

Yoo sang gung masih mencari buku militer itu, sementara Dong yi semakin mempercepat langkahnya (Pungsan tidak boleh lari, pasti Dong yi kesal juga.) Yoo Sang Gung dan kedua anak buahnya tampak putus asa. Hyeong yi, pelayan Dong yi yang pernah sakit terperanjat melihat gungnyeo dari biro penyelidik ada di kediaman mereka, ia langsung mendekat, apa yang kalian lakukan di sini? Apa tujuan anda ada di sini?

Yoo Sang Gung keluar dan memberi tanda pada Shi Bi untuk menangkap Hyeong Yi. Shi Bi menangkap gadis itu, Hyeong Yi teriak apa yang kau lakukan, lepaskan aku! Yoo sang gung memberi perintah pada Shi Bi untuk menghabisi Hyeong yi. Shi Bi terperanjat. Yoo Sang gung memerintah, lakukan segera! Shi Bi mengerti dan menyeret Hyeong yi.

Dong Yi dan rombongan masih dalam perjalanan (istana ini pasti luas sekali ya..). Sementara itu, Yoo sang gung dan Eun Geum masih belum menemukan buku militer itu, mereka semakin panik. Kita tidak bisa pergi tanpa buku itu. Yoo sang gung kemudian menemukan suatu rongga di dalam salah satu lemari Dong yi. Yoo Sang gung mencoba membuka pintu palsu itu, saat Shi Bi masuk dan berkata Dong yi sudah kembali ke Bo Yeong Dang! Yoo sang gung terperanjat. Dong Yi kembali ke Bo Yeong Dang dan merasa curiga.

Ratu Jang gelisah menunggu di Gyotaejeon. Jang Hee Jae dan Jo Sang gung masuk. Jang hee Jae berkata, kami sudah memeriksa rumah Seo Yong Gi, Cha Cheon Soo, dan juga Shim Yun Taek, tapi tidak menemukan buku catatan militer itu, dan tinggal kediaman Dong Yi. Ratu Jang tanya, apa masih belum ada kabar dari Yoo Sang Gung? Lalu Yeong Sun melapor kalau Yoo Sang Gung datang. Yoo Sang Gung masuk dan Ratu Jang tanya, apa perkembangannya.

Dong Yi masuk ke Bo Yeong Dan dan melihat kediamannya berantakan. Ae Jung lapor kalau Hyeong yi menghilang. Dong yi terperanjat.

Anak buah Dong yi berkata, mereka minta Hyeong Yi kembali untuk melihat Bo yeong dang, tapi sekarang Hyeong yi menghilang.

Dong Yi langsung memeriksa lemari rahasianya dan ketika ia menarik pintunya, buku catatan militer itu hilang. Dong Yi : Buku catatan militer itu hilang. Bong Sang gung dan Ae Jung terperanjat.

Yoo Sang gung memberikan buku militer itu pada Ratu Jang, buku ini ia temukan di kediaman Dong Yi tersembunyi dalam lemari rahasia. Ratu Jang membuka setiap halaman buku, Jang Hee Jae terlihat lega sekali. Dia berkata Ratu Jang benar selama ini, Dong yi-lah yang menyimpan buku itu.

Ratu Jang : Jadi ini buku catatan militer itu? Jang Hee Jae membenarkan. Ratu Jang minta kakaknya memeriksa apa buku ini asli atau tidak. Jika asli, segera berikan pada utusan Qing itu, Tuan Chen. Jang Hee Jae segera pergi. Ratu Jang bernafas lega dan memuji Yoo Sang Gung.

Jang Hee Jae meninggalkan Gyotaejeon, ia minta anak buahnya mengirim pesan untuk Tuan Chen. Jang Hee Jae tampak senang. Shim Yun Taek masih terikat. Yoo Sang gung duduk di depan Ratu Jang dan memberi selamat, akhirnya apa yang Yang Mulia harapkan akan terkabul. Ratu Jang berkata ini belum berakhir, akita harus bersiap, apa kau mengerti? Yoo Sang gung mengerti dan pergi.

Ratu Jang : Dong Yi..sekarang apa yang kau rasakan..aku merasakan pedangku terayun dan sudah membuat goresan pertama.

Jeong Sang gung bergegas ke Nae geum Bu untuk lapor kalau buku catatan militer itu hilang, mereka benar2 sudah mengambil buku itu dari Bo Yeong Dang. Seo Yong Gi terlihat tenang, memejamkan mata untuk berpikir.

Paginya, Sukjong mendapatkan gulungan surat lalu dia pergi dan tanya pada Do Seong Ji, dimana Utusan Qing sekarang? Do Seong Ji menjawab, mereka menunggu Baginda di Daejeon.

Sukjong menemui utusan Qing itu dan tanya apa mereka masih ingin mempermasalahkan mengenai perbatasan Joseon. Utusan Qing itu berkata kami punya bukti. Benarkah tanya Sukjong. Utusan Qing berkata, kalau itu benar, maka kami tidak akan mengabaikan itu. Sukjong menanyakan bukti itu dan ia ingin melihatnya. Jika kalian bisa memberikannya padaku, aku akan mengijinkan kalian dan anak buah kalian memeriksa perbatasan Joseon tapi jika bukti itu palsu, maka aku dan juga Joseon tidak akan tunduk dan dipermainkan, apa kalian bisa melakukan itu?

Utusan Qing itu harus menjawabnya. Mereka berkata akan mempertimbangkan perdebatan yang sehat diantara kedua negara dan jika kami bisa membuktikannya maka Joseon harus membayar dan menanggung akibatnya.

Ratu Jang berkata pada Oh Tae seok kalau Jang Hee Jae akan memberikan buku catatan militer itu pada Utusan Chen. Oh Tae seok berkata : Ini akan membawa Joseon dan Dewan Kerajaan dalam bahaya, apa Anda memikirkan konsekuensinya?

Ratu Jang berkata ia sudah mengantisipasinya, ketika Qing mendapatkan buku itu, mereka tidak akan tinggal diam, Sukjong akan tersudut. Oh Tae seok merasa cemas. Ratu Jang berkata Oh Tae Seok tenang saja, jika ini tidak berjalan sesuai rencana, apa dia akan dituduh menghianati negara? Sekarang kita dan utusan Qing itu ada di kendaraan yang sama. Ratu Jang berkata apa yang ingin diketahui Qing adalah kegiatan intelijen di perbatasan Mongolia, apa Anda tahu? Ini hanya alasan saja. Yang ingin mereka dapatkan adalah dukungan keuangan untuk melawan Mongolia. Tapi tidak semua bisa diselesaikan dengan uang. Qing akan mencari masalah mengenai buku catatan militer itu dan akan memaksa Joseon menuruti keinginan Qing. Ratu Jang berkata jika saatnya tiba, Oh Tae seok harus mengambil inisiatif untuk memberikan permintaan mereka dan anda akan terlihat sebagai orang yang menyelamatkan dewan istana dari bencana, Anda akan mampu memanipulasi Dewan Istana.

Jang Hee Jae gelisah menunggu pejabat memeriksa keaslian buku catatan militer itu, dan pejabat itu mengatakan kalau buku itu asli. Jang Hee Jae lega mendengarnya. Anak buah Jang Hee Jae datang dan berkata kalau Tuan Chen sudah berangkat ke tempat pertemuan. Jang hee Jae mengerti dan berangkat.

Shim Yun Taek bergumul dengan ikatan-nya. Pintu gudang terbuka dan seorang pria memerintah Shim Yun Taek untuk dibawa keluar.

Shim yun Taek dilepaskan talinya dan dibawa ke depan Oh Yun. Oh Yun tanya, jadi ini Shim yun Taek? Anak buahnya membenarkan dan Oh Yun memerintah mereka membunuh Shim Yun Taek. Anak buahnya terlihat cemas, Shim Yun Taek itu pejabat pemerintahan apa tidak akan mendatangkan masalah.

Shim Yun Taek ketawa, lalu minta maaf. Maafkan aku, aku tidak tahan untuk tidak ketawa kata Shim yun Taek. Oh Yun heran juga. Shim Yun Taek : Apa ini benar? hal ini sedang terjadi sekarang tapi kalian masih mendiskusikan apa akibat dan apa yang mungkin terjadi kelak, mendengar ini jadi terdengar seperti bergurau saja.

Anak buah Oh Yun menarik baju Shim Yun Taek, kau ini, apa yang kau ocehkan? Shim Yun Taek : Apa yang kalian lakukan? Nasi sudah menjadi bubur dan sudah sangat kental, bisa dikatakan kalian ada di tempat di mana tidak ada jalan kembali. Oh yun tertegun dan menyadari ada yang salah. Shim Yun Taek ketawa lagi.

Jang Hee Jae pergi ke Gibang dan menyerahkan buku catatan militer itu pada Utusan Chen. Jang Hee Jae berkata ia tidak datang dengan tangan kosong dan menyerahkan bungkusan pada Utusan Chen dan berkata tolong periksa, apa ini benar2 asli. Anak buah Utusan Chen membuka bungkusan dan melihat buku militer itu. Jang Hee Jae ketawa dan Utusan Chen mengangguk.

Oh Yun menghunus pedang dan mengarahkan ke leher Shim Yun Taek, apa maksudmu mengatakan itu! Shim Yun Taek menjawab, Oh Yun pasti sudah menduga apa yang sebenarnya terjadi. Shim yun Taek menyadari tangan Oh Yun gemetar. Anak buah Oh Yun meminta Oh Yun tidak terpengaruh oleh Shim Yun Taek, bunuh saja dia Tuan. Kemudian salah seorang pria berseru pada Oh Yun, pasukan Nae Geum Bu bergerak ke sini! Pasukan Seo Yong Gi dibawah pimpinan Cha Cheon Soo mulai mengepung daerah itu. Anak buah Oh Yun bersiap melawan. Shim Yun Taek merasa senang.

Anak buah Oh Yun minta Oh Yun segera lari. Tapi Oh Yun menyadari mereka sudah kalah dan minta anak buahnya menjatuhkan pedang. Oh Yun tidak mau anak buahnya mati sia-sia, dan memerintah untuk segera menjatuhkan pedang mereka, lakukan sekarang! Anak buah Oh Yun ragu tapi Cha Cheon Soo datang dan berkata yang terbaik adalah menuruti perintah Oh Yun. Akhirnya mereka menjatuhkan pedangnya.

Oh Yun berkata, mereka sudah tahu ini sejak awal. Cha Cheon Soo berkata pada Oh Yun, kali ini tidak ada kesempatan lari dari hukuman. Tangkap dia! Oh Yun dan anak buahnya ditangkap.

Cha Cheon Soo segera melepaskan Shim Yun Taek. Shim Yun Taek mengangguk pada Cha Cheon Soo, misi sukses.

Anak buah Utusan Chen memeriksa buku catatan militer dan berkata pada Tuan Chen, buku ini asli. Jang Hee Jae meyakinkan, ia tidak akan membuat kesalahan dua kali. Utusan Chen puas dan berterima kasih atas buku itu. Jang Hee Jae berkata karena bukunya sudah benar, maka kita harus melanjutkan dengan agenda selanjutnya. Utusan Chen setuju.

Anak buah Jang Hee Jae masuk ke dalam gibang dengan panik dan teriak ada masalah. Jang Hee Jae terperanjat, ada apa? Ternyata pasukan Nae Geum Bu menyerbu dan mengepung Gibang dimana Jang Hee Jae mengadakan barter dengan Utusan Chen.

Jang Hee Jae keluar dan panik, mengapa pasukan ada di sini? Anak buahnya lapor itu pasukan Nae Geum Bu dan mereka sudah mengepung Gibang. Jang Hee Jae sadar, mereka tahu tentang buku catatan militer itu lalu ia kembali ke dalam menemui Tuan Chen. Sementara itu anak buahnya mulai bersiap melawan.

Jang Hee Jae minta buku militer itu dikembalikan. Tentu saja Tuan Chen menolak dan menahannya erat di dadanya. Jang Hee Jae berkata jika kau masih sayang nyawamu, lebih baik serahkan saja buku itu padaku. Mereka berebut kepemilikan buku catatan militer itu.

Gibang itu sudah dikuasai pasukan Nae Geum Bu. Hwang Jung Gu datang dan memerintah mereka menyerah dan berlutut. Penjahat itu menjatuhkan senjatanya dan berlutut, para prajurit mengarahkan senjata pada mereka.

Seo Yong Gi datang, dimana Jang Hee Jae ? ia tanya.

Jang Hee Jae berhasil merebut buku catatan militer itu dari Tuan Chen, dan minta dibawakan obor. Ia ingin membakar buku itu untuk menghancurkan bukti. Ketika Jang Hee Jae hampir membakarnya, sebatang anak panah melesat dan membuat Jang Hee Jae pucat pasi sehingga menjatuhkan buku itu, Jang Hee Jae dikepung oleh pasukan pemanah yang ada di atas atap (Woi..jadi ingat kemunculan Bi Dam waktu menyelamatkan Deokman.)

Han Jang Bu menghunus pedangnya untuk menghentikan Jang Hee Jae kabur, kau mau kemana? Hwang Jung Gu berkata akhirnya mereka bisa menangkap Jang hee Jae. Seo Yong gi datang tepat pada waktunya untuk menangkap Jang Hee Jae. Seo Yong Gi mengambil buku catatan militer itu dari tanah. Kau sudah melakukan usaha yang luar biasa untuk mencuri buku ini tapi kau dengan mudahnya berpikir untuk membakarnya. Seo yong Gi menatap Jang Hee Jae yang terlihat ketakutan.

Dong Yi menemui Jeong Sang Gung dan Jung Im, ia tanya apa perkembangannya. Jeong Sang Gung lapor, semua berjalan sesuai rencana. Mereka semua tertangkap basah. Jung Im berkata sekarang buku militer itu sudah diamankan. Dong Yi terlihat senang dan lega.

Sementara itu Oh Tae Seok dan partai Namin belum tahu apa-apa dan sedang gembira akan keberhasilan mereka. Oh Tae Pung dan anaknya datang dan lapor ada berita buruk, Jang Hee Jae dan Oh Yun tertangkap, Oh Tae Pung sendiri yang menyaksikan penangkapan mereka. Partai Namin bagai mendengar petir di siang bolong dan bingung apa yang terjadi.

Shim Yun Taek adalah arsitek di belakang semua ini!! aku sudah bilang aku bangga dengan-nya kan...? hehe..bener2 menyenangkan... Pedang Dong Yi kali ini yang terayun dan melukai Ratu Jang..ouch..it's must be hurt..

Di Gyotaejeon, Ratu Jang juga menerima berita buruk ini dari ibunya. Jang Hee Jae ditangkap (lagi). Ratu Jang tidak percaya. Ny. Yoon tanya apa yang harus mereka lakukan sekarang. Ratu Jang masih tidak percaya...

Dong Yi keluar untuk menyambut Shim Yun Taek. DOng Yi terlihat senang. Shim Yun Taek datang bersama Cha Cheon Soo dan Dong Yi mengundang keduanya masuk. Dong Yi tanya apa Shim Yun Taek baik-baik saja, kau tidak terluka kan? Shim Yun Taek berkata dia mendapat beberapa pukulan tapi tidak ada yang serius, saya bisa mengatasinya. Shim Yun Taek berkata dia merasa senang bisa menunjukkan keberanian-nya. Dong Yi terlihat cemas.

Cha Cheon Soo berkata, itu tidak benar, ketika dia datang, Shim Yun Taek gemetar ketakutan. Shim Yun Taek protes, ini salahmu, jika saja kau datang sedikit lebih lambat, leherku jadi taruhannya. Dong Yi tertawa, sudahlah, yang pasti semua berjalan baik sesuai rencana mereka, tapi Dong Yi lega karena ia cemas Shim Yun Taek mungkin akan terluka.

Shim Yun Taek berkata itu tidak akan terjadi, ini adalah hari yang kita tunggu selama ini. Dong yi membenarkan, ia sudah menunggunya lama sekali.

Dong Yi ingat, kala itu Shim Yun Taek berkata ia akan memancing Jang Hee Jae dengan buku militer itu, jadi memberikan buku itu pada Jang Hee Jae. Dong Yi tidak setuju, tapi Shim Yun Taek berkata lebih penting jika buku itu ada pada Jang Hee Jae daripada mereka. Jadi kita harus memberikan buku itu pada pihak yang sangat menginginkannya. Dong Yi sadar, kau punya rencana. Shim Yun Taek menjawab, kau sudah menduga apa yang akan kulakukan dengan buku itu kan.

Dong Yi : Kau ingin menggunakan buku itu untuk memancing mereka ke dalam jebakan dan menangkap basah mereka semuanya, jadi hanya Utusan Chen dan mereka yang terlibat yang akan diperiksa.
Shim Yun Taek : Tepat sekali.

Ternyata ketika Shim Yun Taek diikuti orang dan dipukul sampai pingsan, Petugas Nae Geum Bu, Han Jang Bu dan Hwang Jung Gu sudah mengikuti Shim Yun Taek, dan tahu persis apa yang terjadi pada Shim Yun Taek.

Kemudian, ketika di pesta, Dong Yi menoleh pada Ratu Jang yang tersenyum dan Jeong Sang Gung melapor kalau mereka akan melakukan aksinya malam ini, mereka akan berusaha mencuri buku catatan militer itu. Dong Yi mendapat laporan kalau rencana mereka sedang berjalan, jadi saat itu Dong yi tahu kalau Ratu Jang tengah mengirim orang mencari buku militer itu. Jeong Sang Gung pergi.

Sementara itu, Seo Yong Gi juga berperan sesuai rencana, jadi ia ingin memastikan tebakan Jang Hee Jae benar, maka ia memerintah Cha Cheon Soo mengerahkan pasukan Nae Geum Bu ke lokasi pesta (sesuai perkiraan Jang Hee Jae).

Ketika Dong Yi kembali ke kediaman-nya dan mengetahui kalau buku militer itu hilang, dan Jeong Sang Gung datang, maka Dong yi minta Jeong Sang Gung lapor pada Seo Yong Gi, sekarang mereka harus segera menjalankan rencana mereka. Jeong Sang Gung pergi.

Dong yi merenung dan berkata pada Ratu Jang, tampaknya tiba waktunya mereka mengembalikan semua pada tempatnya yang benar.

Ratu Jang terlihat marah sekali, ini jebakan semuanya sudah diatur oleh Dong Yi. Ratu Jang mengepalkan tangannya.

Sukjong mendapat buku catatan militer itu dan tanya pada Seo Yong Gi. apa semua ini benar? Seo Yong Gi membenarkan. Mereka menukarkan buku catatan militer ini untuk mempercepat pengukuhan pengakuan Putra Mahkota. Sukjong marah. Seo Yong Gi minta maaf, dia tidak melaporkan masalah ini pada Sukjong lebih cepat, karena mereka sudah berhasil lolos dan waktu itu kami tidak punya buktinya.

Sukjong tidak percaya, bagaimana ini bisa terjadi. Demi keserakahan mereka sendiri, mereka bisa mengabaikan dan meremehkan dirinya dan mereka bisa menjual rahasia negara untuk kepentingan pribadi mereka, bagaimana mereka bisa melakukan ini sedangkan mereka adalah anggota pemerintahan di negara ini.

Sukjong langsung mendatangi Dong Yi di Bo Yeong Dang. Dong Yi keluar menghormat pada Sukjong.

Sukjong tanya apa benar ini semua berawal dari Uiju? Apa itu benar? Dong Yi ragu-ragu. Sukjong : Dong Yi, aku harus tahu.

Dong Yi membenarkan, Shim Yun Taek sudah mempertaruhkan nyawanya di Uiju untuk menjaga buku catatan militer itu dari Jang Hee Jae.

Sukjong : Apa Ratu Jang tahu masalah ini?
Dong Yi ragu dan tidak menjawab. Sukjong diam saja tapi ia bisa menebak kalau Ratu Jang pasti tahu.

Ratu Jang meninggalkan Gyotaejeon. Jo Sang Gung menghentikannya, Yang Mulia tolong tenangkan diri Anda. Ratu Jang berkata dia harus menemui Jang Hee Jae, tidak peduli bagaimana caranya, ia akan menyelamatkan kakaknya. Yeong Sun juga mencoba menahan Ratu Jang. Ratu Jang : Minggir!

Ratu Jang sampai di Nae Geum Bu tapi dihentikan oleh petugas. Kapten keluar dan memberi hormat pada Ratu Jang. Ratu Jang ingin masuk, apa kau tidak mendengar kata2ku? Kapten itu minta maaf karena dia tidak bisa mengijinkan Ratu Jang masuk. Ratu Jang marah, kau sungguh kurang ajar, apa kau sudah tidak ingin hidup. Beraninya menolak perintahku.

Cha Cheon Soo keluar dan minta Ratu Jang kembali ke kediaman-nya. Cha Cheon Soo mendekati Ratu Jang dan ia sama sekali tidak membungkuk di depan Ratu Jang.

Cha Cheon Soo memberi salam dan mengenalkan diri : Saya Cha Cheon Soo. Tentu saja Ratu Jang tahu siapa Cha Cheon Soo. Cha Cheon Soo minta maaf tapi ia tidak bisa mengijinkan Ratu Jang masuk.

Ratu Jang : Tutup mulutmu! Aku tidak akan mengulang kata-kataku. Aku ingin bertemu Jang Hee Jae, minggir!
Cha Cheon soo : Meskipun kami minggir agar anda bisa masuk, tapi anda tetap tidak bisa bertemu Jang Hee Jae.

Ratu Jang terperanjat.

Cha Cheon Soo berkata Jang Hee Jae sekarang ada di Uigyeombu, ini karena Baginda sendiri yang akan memeriksa Jang Hee Jae dengan pengadilan tingkat tertinggi. Ratu Jang terkejut dan shock.

Di Uigyeombu, Jang Hee Jae diseret keluar dan diduduk-kan di kursi pemeriksaan. Gubernur Uiju juga ditangkap. Sukjong tiba di Uigyeombu. Sukjong masuk dengan buku catatan militer di tangannya dan ia berhadapan dengan Jang Hee Jae. Jang Hee Jae kaget sekali melihat Sukjong.

Sukjong melempar buku catatan militer itu ke tanah agar Jang Hee Jae bisa melihatnya.

Sukjong : Apa seperti ini...demi pernyataan pengukuhan Putra Mahkota maka ini akan menyelesaikan masalah.
Jang Hee Jae : Yang Mulia?
Sukjong : Aku sudah mempercayaimu demi Putra Mahkota dan fakta bahwa kau adalah paman dari Putra Mahkota.

Jang Hee Jae : Yang Mulia!! Mohon pertimbangkan..ini tidak benar..ini jebakan
Sukjong : Tutup mulutmu!! Apa kalian semua mau cari alasan untuk kejahatan kalian.
Jang Hee Jae : Yang Mulia!!

Sukjong : Perhatian semua dengarkan!! Paksa semua penjahat ini sampai mereka mengakui kejahatan mereka dengan mulutnya. Jangan hentikan pemeriksaan (baca: penyiksaan) sebelum mereka mengaku, apa semua mengerti?
Pemeriksa/penyiksa : Ya, Yang Mulia!!

Seo Yong Gi memerintah Han jang Bu mulai penyiksaan. Semua langsung menempatkan tongkat diantara paha orang-orang itu dan semuanya berteriak kesakitan. Sukjong kali ini sangat keras, jangan kendurkan penyiksaan sampai ada yang mengaku. Jang Hee Jae berteriak kesakitan. Sukjong benar-benar murka.

Hwang Ju Shik dan Yeong dal terlihat gembira, karena Jang Hee Jae sudah ditangkap dan mungkin Ratu Jang juga akan bernasib sama. Tapi mereka heran mengapa Oh Tae Pung dan anaknya tidak kelihatan, dimana mereka.

Ternyata Oh Tae Pung dan Oh Ho Yang masih ada di kediaman mereka. Keduanya cemas akan nasibnya. Ini jelas-jelas adalah akhir bagi mereka. Oh Tae Pung berkata mereka harus cari jalan untuk bertahan hidup. Oh Ho Yang mengusulkan bagaimana kalau lari saja. Ny. Park datang dan Oh Tae Pung tanya apa yang ditemukan istrinya. Ny. Park keberatan kalau harus lari meninggalkan Doseong, lalu bagaimana dengan rumah dan harta mereka. Oh Tae Pung kesal, kau lebih penting harta atau nyawa.

Ny. Park berkeras, kalian kan tidak salah apa-apa. Oh Ho Yang berkata, ibu benar. Kita ini kan tidak ikut andil apapun. Oh Tae Pung : Apa benar? Ny. Park berkata Oh Yun sudah ditangkap. Dan apa Oh Tae Seok akan lolos, keluarga kita ditangkap, apa yang harus kita lakukan. Oh Tae Pung berkata ketika Oh Tae Seok ingin memutuskan hubungan keluarga waktu itu seharusnya aku menerima tawarannya.

Utusan Qing kesal sekali, jadi yang dimaksud bukti adalah buku catatan militer itu, sekarang apa yang harus kita lakukan? Penjaga masuk dan lapor kalau Menteri datang. Utusan itu segera keluar menyambut Menteri-nya. Menteri itu ternyata Utusan Qing yang dulu pernah bertemu Dong Yi beberapa tahun lalu. (yang kagum dengan kecerdasan Dong Yi). Utusan Qing tanya apa tujuan Menteri datang ke sini. Menteri itu berkata kalau Kaisar (Kemungkinan Kaisar Kang Hsi, wah jadi ingat Andy Lau yang jadi Kang Hsi ^_^) sudah mendengar mengenai gesekan antara Utusan Qing dengan pemerintah Joseon, apa yang sebenarnya terjadi?

Menteri itu memberikan Pengukuhan Putra Mahkota pada Sukjong dan berkata kalau Utusan Qing dan rombongan-nya akan segera meninggalkan Doseong. Menteri juga berkata kalau Kaisar sudah mengetahui suasana tidak enak diantara Utusan Qing dengan Joseon tapi itu bukan niat dari Kaisar Qing. Menteri berharap Sukjong akan dengan tulus mengampuni insiden ini.

Sukjong berkata ia percaya itu bukan kehendak Kaisar Qing dan Pemerintahan-nya, juga bukan keinginan pemerintahan Joseon. Menteri itu sangat bersyukur atas pengertian Sukjong. Sukjong berkata insiden ini hanya tindakan beberapa oknum saja, tapi Joseon tidak akan memperpanjang masalah ini. Menteri berkata tentu saja, Sukjong akan melakukan apa yang harus dilakukan karena insiden ini tidak bisa disangkal dan Sukjong punya hak untuk melakukannya. Begitu pula dengan Kaisar Qing.

Dong Yi mendapat laporan kalau Menteri Qing tiba di Doseong. Jeong Sang Gung berkata mereka tahu Utusan Qing memang salah, sehingga Menteri datang untuk minta maaf dan mengijinkan Joseon menghukum Utusan Qing itu dibawah hukum Joseon. Dong Yi merasa lega.

Jung Im berkata sekarang semua berakhir baik dan semua akan kembali ke posisi semula.

Dong Yi menggeleng, belum, ada satu yang belum selesai. Ratu Inhyeon masih ada di pondoknya dalam pembuangan, tidak sampai Ratu Inhyeon kembali ke istana, maka semua akan selesai, sebelum itu tidak ada yang berakhir.

Jung In Guk mengunjungi Ratu Inhyeon dan melaporkan semuanya. Sehingga untuk pertama kalinya terdengar suara tawa dari pondok Ratu Inhyeon. Menteri Jung In Guk lapor kalau sekarang Jang Hee Jae sedang diproses, tidak lama mereka akan mengaku. Jung Geum berkata kalau mereka mengaku maka semua selesai, baginda akan percaya kalau Ratu Inhyeon tidak bersalah.

Ahn Sang Gung berkata pada menteri Jung kalau partai Seoin harus mendukung masalah ini. Jung In Guk berkata tidak perlu mengatakan-nya, itu sudah pasti. Ratu Inhyeon masih terlihat ragu.

Ratu Inhyeon : Tapi ini tidak mudah seperti yang kelihatan.
Ahn Sang Gung heran : Yang Mulia?
Ratu Inhyeon : Ratu Jang Ok Jung, adalah orang yang tidak mudah dikalahkan.

Partai Namin mulai cemas dengan kelangsungan partai mereka dan tanya Oh Tae Seok apa yang harus mereka lakukan sekarang. Mereka sudah dengar kalau Gubernur Uiju juga diperiksa dan sepertinya tidak ada jalan keluar dari masalah ini. Oh Tae Seok minta partainya untuk bertahan, hanya ini yang bisa mereka lakukan. Kita masih punya Ratu Jang. Anggota partai Namin heran mengapa kita masih harus mendukung Ratu Jang. Oh Tae Seok : apa kalian sadar, jalan satu-satunya untuk bertahan adalah Ratu Jang, bagaimanapun, kita harus melindungi Daejojeon/Gyotaejeon apapun resikonya. Jika Ratu Jang diusir keluar maka itu akan membuat partai kita hancur.

Jo Sang Gung berbisik pada pelayan Ny. Yoon. Ny. Yoon menasihati Ratu Jang untuk bertahan, apa anda mengerti, apapun yang terjadi Anda harus bertahan. Ratu Jang tanya lalu bagaimana dengan Jang Hee Jae. Ibunya berkata ini yang diinginkan Jang Hee Jae. Apa Ratu Jang tidak tahu kalau Jang Hee Jae melakukan semuanya untuk menjaga Ratu Jang berapapun harganya.

Ny. Yoon berkata sebagai Ibu dari Ratu Jang, ia juga akan melakukan apa yang harus ia lakukan untuk melindungi putrinya. Ratu Jang terisak.

Partai Namin berseru di depan Daejeon. Baginda harus mempertimbangkan insiden ini. Ini tidak ada hubungannya dengan Ratu Jang. Baginda tidak boleh percaya dengan gosip tidak jelas, ini semua adalah jebakan Ratu Inhyeon yang ingin mencoba diangkat kembali sebagai Ratu.

Mereka berlutut di jalan masuk menuju Daejeon dan berteriak keras-keras. Sukjong mendengar teriakan mereka.

Shim Yun Taek berkata tidak perlu mencemaskan partai Namin, mereka harus melindungi Daejojeon demi kelangsungan kehidupan politik mereka. Dong Yi berkata jadi masalah itu tidak bisa disembunyikan lagi. Shim Yun Taek setuju, inilah alasan mengapa kita menyiapkan semua ini selama ini, adalah untuk hari ini.

Shim Yun Taek minta agar Dong Yi bersiap secara mental. DOng Yi berpikir sejenak dan mengangguk setuju. Shim Yun Taek senang dengan jawaban Dong Yi.

Cha Cheon Soo juga berkata pada Seo Yong Gi, tahap terakhir dari rencana kita akan segera dilaksanakan.

Dong Yi merenung di kediamannya dan ia mengepalkan tangan. Dong Yi ingat dia mengungkapkan rencana mereka pada Seo Yong Gi untuk membuktikan keterlibatan Ratu Jang dalam insiden penurunan Ratu Inhyeon. Seo Yong Gi terlihat cemas, bagaimana jika mereka berkeras Ratu Jang tidak terlibat, dan berkata kalau semua ini adalah tindakan mereka sendiri, kita tidak bisa melakukan apa-apa jika demikian.

Dong yi berkata kalau masalah itu biar dia yang mengurusnya. Cha Cheon Soo juga tampak tidak setuju. Dong Yi berkata ia punya cara untuk membuktikan kesalahan Ratu Jang, ia sudah siap untuk itu. Seo Yong Gi terkejut.

Jung Im menyita baju Yoo Sang Gung dari bagian laundry. Shi Bi dan Eun Geum ketakutan dan gelisah. Yoo Sang Gung minta keduanya tenang. Shi Bi berkata mereka hanya mengikuti perintah, bukan salah mereka.

Yoo Sang Gung berkata itu tidak akan terjadi, siapa yang tahu kalau kita pergi ke kediaman Dong yi? Tiba-tiba Jeong Sang Gung masuk dan berkata kalau mereka sudah tahu.

Yoo Sang gung : Tentang apa?
Jeong Sang Gung : Apa kau tidak mendengar, aku berkata kalau kami sudah tahu kau memeriksa kediaman Nyonya.
Yoo Sang gung : Tutup mulutmu! Aku tidak pernah melakukan itu.
Jeong Sang gung : Benarkah? kalau demikian kami akan menemukan kebenarannya saat diperiksa mengenai masalah itu.
Yoo Sang gung : Apa?
Jeong Sang gung : Tolong antar Nyonya dan nain yang terlibat ke ruang pemeriksaan.
Sanggung yang lain mengerti dan membawa mereka.

Yoo Sang gung : Jeong Sang gung? Apa kau sudah gila? Aku adalah Jejo Sang Gung, pemimpin Biro penyelidik internal, beraninya kau menyeretku seperti ini.
Jeong Sang gung mengangkat lambang kerajaan, Ini adalah perintah Baginda Raja, Nyonya.

Yoo Sang Gung ternganga..
Jeong Sang Gung : Apa yang kalian tunggu, bawa mereka!!
Yoo Sang gung : Ini tidak mungkin, kau tidak punya bukti menangkapku!
Jeong Sang Gung : Jika anda mau bukti, apa anda akan mengaku kejahatan anda kalau anda melihat bukti yang kami miliki?
Yoo Sang Gung : Apa?

Dong yi berpikir dan ia menyiapkan mentalnya, ia memanggil Bong Sang Gung, kita akan ke Gyotaejeon, apa kau bisa mengumumkan kedatanganku pada mereka? Bong Sang gung menyanggupi.

Dong yi berangkat ke Gyotaejeon.

Ratu Jang mondar mandir di Gyotaejeon. Jo Sang gung datang berlari. Yang Mulia! Cheon Sang gung datang menemui Anda! Ratu Jang kaget tapi langsung berbalik.

Dong Yi menunggu di depan Gyotaejeon. Ratu Jang menemui Dong yi yang memberi hormat. Dong yi terlihat percaya diri.

Keduanya duduk berhadapan di Gyotaejeon.

Ratu Jang : Apa kau datang ke kediamanku untuk melihat apa ucapan maaf yang akan kukatakan atau kau kesini dan bertingkah sombong di depanku untuk menertawakan-ku? Tapi kau pasti akan kecewa..aku tidak akan dikalahkan, apa kau kira kau akan mampu mengusirku dari posisi ini?

Dong Yi : Yang Mulia?

Ratu Jang : Ya, benar aku sudah lengah padamu, karenanya aku akan membayar dengan darah dan air mata kakak-ku, tapi itu akan berakhir di sini. Apa kau pikir kakak-ku akan menuduhku bersalah? Apa partai Namin akan menyerahkanku? Tidak..ini tidak akan terjadi, bahkan demi kelangsungan hidup politik mereka sendiri, mereka akan menjagaku bagaimanapun juga, jadi aku akan berkata, beraninya kau menyeretku ke dalam hal yang tidak jelas, lebih baik kau menghentikan usahamu itu.

Dong Yi : Saya tidak memerlukan pengakuan mereka, Yang Mulia, apa itu Jang Hee Jae atau dari orang lain.

Ratu Jang terperanjat.

Dong yi : Sejak awal, tidak perlu pengakuan seperti itu, ini karena apapun kesalahan yang anda lakukan, anda yang akan menunjukkan-nya sendiri.

Ratu Jang : Apa?

Dong yi : Apa anda ingat Yang Mulia? Beberapa waktu lalu, saya sudah menggunakan usaha terbaik saya untuk menyelamatkan Yang Mulia dari tuduhan palsu, tapi tidak akan pernah membayangkan suatu hari kejadian yang sama akan terjadi tapi ada perbedaannya kali ini, waktu itu, Yang Mulia tidak bersalah tapi sekarang anda membuktikan kalau anda terlibat kejahatan besar.

Ratu Jang : Apa yang kau katakan? Apa yang sebenarnya kau katakan?

Dong yi : Kejadian yang sama, cara untuk membuktikan kesalahan Yang Mulia..tidak-kah anda mengerti..cara yang saya gunakan beberapa waktu lalu untuk menyelamatkan Anda dari masalah, akan sama dengan cara yang saya gunakan untuk membuktikan kesalahan anda.

Keduanya saling menatap tajam.

(Aku bisa merasakan kilatan pedang diantara keduanya, desir angin dingin pedang Ratu Jang mulai menyambar dan Dong yi menangkis dengan serangan yang jauh lebih kuat. Hawa pedang terasa sangat pekat..hehehe kaya kata-kata Master Chin Yung aja...)




Dong Yi 35

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.