Tuesday, August 24, 2010

Coffee House Page 7

Setelah berhasil kabur dari interview, Jin Soo memikirkan kemana kita akan pergi ya..
Jin Soo : Tentu saja kita harus pergi ke suatu tempat dimana kita tidak akan dikenal.
Seung Yeon : Berdua saja?
Jin Soo : Sepertinya kau ingin mengundurkan diri sebagai sekretarisku. Paman, tolong ke Ko Bang Dong.

Seung Yeon bingung, mau apa? Itu kan kawasan rumahnya. Jin Soo berkata Seung Yeon bisa pulang dulu.

Eun Young pusing setelah Jin Soo pergi tapi stafnya menenangkannya, tidak apa, dia pergi dengan sekretarisnya, kalau ada apa-apa pasti akan menelepon. Jadi jangan cemas.
Eun Young : Apa aku benar2 seburuk itu? Siapa yang lebih jahat? caraku memperlakukan Penulis Lee atau caranya memperlakukan diriku? Oh Hyun Joo, katakan apa yang kau pikirkan!

Eun Young : Sebenarnya..apa aku harus kerja seperti ini sampai aku mati?

Jin Soo menurunkan Seung yeon. Turun! Seung Yeon bingung, kau mau kemana? Jin Soo tidak menjawabnya, hanya berjanji untuk menelepon kalau ia kembali nanti.

Seung Yeon turun dari taksi, dan seseorang menyapanya, ternyata Dong Wook!, yang senang sekali melihat Seung Yeon. Kau sudah kembali dari pulau Jeju?

Seung Yeon masih memikirkan Jin Soo dan dia tidak konsentrasi dengan Dong Wook. Seung Yeon berkata : Kita ketemu lain waktu, manager. Lalu Seung Yeon bergegas lari. Ayah dan neneknya melhatnya.

Seung Yeon lari dan menghentikan taksi, menghadang jalan taksi. Untung benar taksinya Jin Soo. Lalu masuk lagi ke dalam. Jin Soo keget sekali sampai hampir melompat dari kursinya.
Jin Soo : Apa ini?
Seung Yeon : Aku pergi denganmu.
Jin Soo : apa yang kau lakukan? Turun!
Tapi Seung Yeon berkeras. Ia tidak mau turun. Kita melarikan diri bersama, jadi kita harus merencanakan ini bersama, bagaimana Bapak bisa pergi beitu saja dan membuatku menanggung rasa bersalah pada Eun Young sendirian? Kau tidak bertanggung jawab.

Seung Yeon memutuskan, ayo pergi, paman. Tapi tiba2 seseorang menahan taksi, Dong Wook! yang lari menyusul mereka. Sopir taksi benar2 kaget dibuatnya. Dia tahu dari kantor kalau Jin Soo melarikan diri ketika akan interview. Kalian akan kemana?
Seung Yeon berusaha mengalihkan perhatian, kami sedang menyelidiki sesuatu yang penting, kita ketemu nanti saja ya..

Tapi Dong Wook tidak mau tahu dan justru ikutan masuk ke dalam taksi, tolong geser, katanya pada Jin Soo. Paman, berangkat.
Sopir taksi pusing. Ah ini benar2...

Tapi ada satu orang lagi yang menghalangi taksi! Ayah Kang!
Seung Yeon bingung : Ayah?
Ayah Kang : kalian akan kemana? Kau baru saja pulang, kau mau kemana lagi?
Seung Yeon : Tidak, ini...
Ayah Kang : Kau baru saja kembali dari pulau Jeju, kau mau pergi kemana lagi?
Seung Yeon : Kali ini, aku akan mengatakan detilnya nanti. Tolong minggir.

Mereka sedang berdebat ketika ada oknum ketiga yang muncul, Kang Seung Chul, Noona, kau mau kemana?

Untuk menenangkan keluarga Seung Yeon, Jin Soo setuju tinggal di suatu tempat yang memungkinkan Seung Yeon untuk datang tiap malam. Mereka membatasi, harus tetap di dalam kota Seoul. Jin Soo akhirnya menyewa suite hotel yang mewah.
Jin Soo mengeluh, aku belum pernah mengalami ini seumur hidupku.Biasanya Boss yang seharusnya pergi ke tempat yang ia inginkan, tapi aku justru harus ke tempat dimana sekretarisku bisa merasa nyaman.

Seung Yeon protes, tapi kita partner. Jin Soo langsung menyambar, apa, partner? Apa kau tahu artinya menjadi partner. Partner adalah orang yang memiliki level yang sama. Bagaimana Kang Seung Yeon dan aku adalah partner, apa kita mirip, apa kau bisa melakukan yang lebih baik dariku? dan bla..bla..intinya mereka tidak selevel.

Kang Seung Yeon cuek dan mengalihkan pembicaraan, wah hotel ini bagus sekali..wah..ini kali pertama aku ada di kamar suite.

Seung Yeon membawakan kopi dan Jin Soo langsung kerja, sudah jangan menggangguku, aku harus kerja dan meminta Seung Yeon jangan mengganggunya. Eun Young masih merasa terpukul, ia masuk ke apartemen Jin soo dan jalan2 di sekeliling apartemen.
Tiba-tiba ada bunyi bel, ada kiriman...ternyata Han Ji won, ia mengebel Jin Soo dan pura2 jadi pengirim barang, kemudian ia berkata ini dari laundry, kemudian..aku kesini untuk memeriksa gas..Eun Young yang ada di dalam hanya geleng2 kepala. Orang ini..benar2..

Ji Won gagal bertemu Jin Soo, maka ia turun ke cafe di bawah. Ia ngobrol dengan staf cafe dan menanyakan Jin Soo. Apa anda tidak tahu? Penulis Lee melarikan diri. Kemarin seharusnya interview, tapi Penulis Lee kabur, jadi kacau semua.

Ji won kaget : Apa? Apa orang itu benar2 berpikir dia sehebat itu? Dia tidak berpikir apa yang akan terjadi dengan temannya sama sekali? Benar2 tidak tahu berterima kasih. Aku sudah bilang padanya (Eun Young) kalau tidak perlu mengacuhkan Lee Jin Soo, tapi dia tidak pernah mendengarku, Dimana President Seo? Aku ingin mengajak minum.

Tiba-tiba...

Kakek Seo : Apa perlunya mengajak dia minum? Bukankah kau Han Ji Won?
Aaa...kaisar Jinheung!! Maksudku kakek-nya Seo Eun Yeong!

Han Ji won langsung membungkuk 90 derajat dan memberi salam. Ia jelas kelihatan ketakutan dengan kakek Seo hahaha
Kakek Seo tidak suka Han Ji won terus saja ada di sekitar Eun young. Han Ji won dengan terbata-bata menjelaskan kalau dia berkantor di gedung sebelah, jadi mau tidak mau kalau minum kopi harus ke sini, soalnya tidak ada tempat lain, ini benar2 kebetulan.

Staf cafe berbisik2 siapa dia? Dia kakek Presiden Seo, dia pemilik semua perusahaan ini. Oh...

Han Ji Won lalu berpamitan, maafkan saya. Tapi anda sama sekali tidak berubah, tetap sehat seperti dulu, saya harus pergi.
Ketika Han Ji won akan pergi, kakek Seo menahan lengannya, aku dengar kau kembali. Tapi kau masih saja mengganggu Eun young?
Han Ji Won : Tidak..
Dan kakek Seo berhasil membuat Han Ji won mengkerut ketakutan. dan pergi.

Seo Eun Yeong gembira sekali mendengar kakeknya datang, Kakek!! Eun Young ingin kakeknya tinggal disini lebih lama untuk membuat Ji won menjauhinya.

Ketika keduanya sedang ngobrol santai, Kang Seung Yeon menelepon.

Seung yeon berkata pada Eun Young, ia diam2 menelepon, Jin Soo sebenarnya melarangnya, tapi ia merasa tidak enak dan paling tidak ingin memberi tahu kabar mereka pada Eun Young.
Eun Young ingin tahu dimana keduanya, tapi Seung Yeon berkata ia tidak bisa mengatakannya, tapi sebenarnya tidak jauh.

Jin Soo mengetahui Seung yeon menelepon dan langsung mengambil handphone Seung Yeon, ini Presiden Seo? dan ia langsung berkata President Seo Eun Yeong!
Eun Yeong : Penulis Lee Jin Soo!
Jin Soo : Apa semuanya baik-baik saja? Kau pasti sudah membereskannya, itu keahlian Seo Eun Young.
Eun Young : Ya, itu keahlianku, membereskan apa yang sudah dikacaukan Penulis Lee. Jika kerjaan berikutnya tidak menjadi hit, awas !

Kemudian percakapan mereka jadi lebih serius : Jin Soo berkata ya, itulah mengapa aku bekerja keras. Eun Young : Apa kerja keras saja cukup? Apa kau bisa kalau tidak kerja?
Jin Soo : Berapa banyak lagi uang yang harus kubuat untuk memuaskan ambisimu? Kau sepertinya jauh lebih serakah dari sebelumnya. Seberapa tenar lagi aku seharusnya agar kau puas? Aku tanya karena sepertinya tidak akan ada habisnya. Aku bukan sumber tanpa batas. Sebanyak apapun tulisanku, kau pasti akan minta lebih.

Eun Young meledak, jika kau berhenti menulis, apa kau akan menghilang? Apa yang akan kau lakukan jika kau tidak kerja? apa kau akan sembunyi di suatu tempat dan minum obat tidur? dan jika kau lelah apa kau akan bunuh diri? Kau benar2 semakin buruk, kau memperlakukan semuanya seperti lelucon, seperti tidak ada yang penting.

Eun Young : Kau bilang aku sudah berubah? Ya, orang berubah, brengsek! aku pikir kau akan sedikit bertanggung jawab karena terkenal, tapi mengapa kau tidak berubah? Kau mencoba membuat sekretarismu menjadi seorang pro? Dia lebih pro dari dirimu! Apapun yang diperintah Boss-nya, dia mematuhinya, dan ia juga mencemaskan orang2 di sekitarnya. Apa hebatnya menjadi pro? Orang perlu ketulusan! Dia lebih baik dari dirimu, siapa mengajari siapa? Selesaikan draftmu akhir bulan ini, lebih dari itu, aku tidak dapat memaafkanmu.

Kakek Seo mendengarkan percakapan itu dengan heran, Eun Young kembali duduk di samping kakek dan berusaha mengendalikan emosinya. Ia memaksa tersenyum. Eun Young berkata kalau Jin Soo melarikan diri. Kakek heran, mengapa?
Eun Young : Karena dia benar2 membenciku. Dia bilang aku suka memeras.
Kakek heran, dia kan dapat uang darimu juga, mengapa dia membencimu? Penulis dan penerbit saling tergantung untuk tetap bertahan kan?

Eun Young mengangguk dan ia tidak dapat menahan emosinya lagi, air matanya mengalir, Kakek terkejut, Eun yeong!
Eun Young minta maaf, ia akan segera kembali, tidak akan lama. Lalu Eun Young bergegas naik.

Di tangga, Dong Wook heran melihat Eun Young menangis.

Kang Seung Yeon menelepon Dong Wook, manager. Aku ingin memesan kopi, penulis Lee hanya minum kopi dari biji kopi yang dipanggang Coffee House, Zamirica Blue Mountain, apa kau bisa mengantar satu kantung ke rumahku?
Dong Wook langsung menyanggupi tapi minta bayaran menonton bersama Seung yeon. Kita nonton!
Seung Yeon : Apa?
Dong Wook : Traktir aku nonton, kapan?
Seung Yeon : kapan ya..?
Dong wook : hari ini.
Seung Yeon : Apa? Tapi aku tidak tahu jadwal Penulis Lee.
Dong Wook :midnight!

Seung Yeon akhirnya menyanggupi, ia minta Dong Wook merahasiakan kalau mereka ada di Seoul dari Eun Young.

Seung Yeon menemui Jin Soo dan berkata kalau ia mendengar Presiden menangis. Itu kata manager. Bagaimana ini? Seharusnya aku tidak mendengarkanmu, hanya untuk kepentinganmu, semua orang bisa mendapat masalah. Tapi, kau bertingkah seperti tidak terjadi apa-apa dan terus saja menulis. Ikut dalam program seperti itu (interview) tidak akan melukaimu.
Seung yeon melanjutkan, itu juga bukan film atau iklan, itu kesempatan bagus. Mengapa kau sangat sulit?

Jin Soo : Kau bicara tanpa berpikir, aku memujimu sekali dan kau sudah kelewat batas. Tapi sebenarnya kata-kata Seung Yeon kena di Jin Soo, dan dia diam2 meninggalkan hotel malam2 untuk pergi ke kantor penerbitan.

Eun Young mengantar kakeknya ke mobilnya. Kakek tanya apa Eun Young terlibat hubungan istimewa dengan Jin Soo? Tidak kata Eun Young, kita hanya bertengkar masalah uang.
Kakek berkata : Bukankah mendiang istri Jin soo itu teman baikmu? Sedekat apapun hubungan kalian, hal itu pasti akan menjadi ganjalan, kau ingat? Kopi terbaik tidak akan kehilangan aromanya. Aromanya akan sulit hilang.
Eun Young mengangguk, aku mengerti.

Kakek Seo : Lalu mengapa kau tidak mau kencan?
Eun Young beralasan, ia pernah mencoba, tapi kapok setelah bertemu yang terburuk, Han Ji won.
Kakeknya mengerti, iya aku tahu itu. Lalu dia pergi.

Eun Young kembali ke kantornya dan merapikan dokumen-nya. Ia menemukan tumpukan foto lama, foto saat Eun Young wisuda. Tapi perasaan-nya jadi tidak enak ketika melihat fotonya bersama Han Ji won sebagai pasangan. Eun Young merobek gambar Ji Won dari foto itu.

Ia terpaku pada selembar foto yang terdiri dari 4 orang : Jin Soo, istrinya, Eun Young dan Ji Won.

Eun Young merobek gambar Ji Won dan melipat foto itu, sehingga foto istri Jin Soo terlipat, hanya tinggal Jin Soo dan Eun Young. Ia mengamati foto itu dan tanpa menyadari kalau Jin Soo ada di pintu.

Jin Soo menyapanya. Membuat Eun Young terperanjat dan langsung melempar foto itu ke tong sampah!
Jin Soo : Apa yang kau lihat? mengapa kau buang begitu saja?
Eun Young : Mengapa kau muncul tiba2?

Jin soo ingin tahu itu foto ya, foto siapa. Tapi Eun Young berusaha menghalangi Jin Soo ke arah tong sampah. Jin Soo semakin ingin tahu, Eun Young tanpa sengaja membuat Jin Soo jatuh, sehingga Jin Soo semakin heran : apa itu foto telanjang atau semacamnya? hahaha... Dan Eun Young menendang tulang kering Jin Soo, ow..it's must be hurt.

Mengapa kau kesini? Apa kau memang selalu di Seoul? Jin Soo menjawab ia dengar rumor kalau Eun Young menangis karena interview itu, jadi aku datang untuk memastikan perusahaan tidak hancur. Eun Young tertawa.

Eun Young : Kau tidak punya kekuatan untuk mengendalikan hidupku.
Jin Soo : Itu benar
Eun young : Sebenarnya, kau itu siapa?
Jin Soo : Bagus untukmu
Eun Young : Kau bukan siapa-siapa
Jin soo : tepat
Eun Young : hmm
Jin Soo : ya sudah, aku pergi.

Eun Young ingin tahu dimana Jin Soo tinggal. Dia menjawab kalau dia baik2 saja, jadi kau tidak perlu cemas, Eun Young ngomel,siapa yang cemas? Jin Soo membalas, itu yang aku katakan, kau tidak mencemaskanku. Itu karena sekretarisku yang terlalu berlebihan.

Jin Soo pergi ke apartemennya. Eun Young menuang anggur dan berkata apa yang harus kulakukan terhadap dirimu? Kau ini selalu menganggap segala hal lelucon. Tidak satupun kata-katamu itu tulus.

Ponsel Eun Young berdering, halo? Ternyata Ji Won! Aku bisa lihat kau sedang minum, apa kau mau minum bersama? tanya Ji won, dan ia ada di jendela sambil mengangkat gelas minumannya. Eun Young langsung mematikan telp dan menutup tirai! kasihan amat ..

Eun Young menelepon Seung yeon dan tanya, kalian tinggal di hotel mana? Seung yeon takut menjawabnya. Tapi Eun Young berkata kalau Jin Soo datang mengunjunginya di kantor. benarkah? dan sepertinya Seung Yeon memberi tahu letak hotel mereka, karena Eun Young bergegas pergi.

Meninggalkan kantor dalam kondisi kosong. Han Ji Won masuk dalam keadaan setengah mabuk, aku datang menemui gadisku yang cantik, mana dia..semenit lalu masih disini? Ji won heran.

Jin Soo juga akan meninggalkan kantor ketika melihat pintu kantor Eun Young terbuka dan terdengar suara aneh. Ia masuk dan terkejut menemukan Han Ji won, menangis terisak-isak sambil mengais-ngais tong sampah.
Jin Soo : Apa yang kau lakukan?
Ji Won : Jin Soo...
Jin Soo : Ini bukan kantormu, mengapa kau memeluk tong sampah orang? Mana Seo Eun Young?
Ji Won : Hati wanita adalah yang paling kejam..tapi dia tidak bisa melakukan ini padaku..hubungan kami memang tidak normal, lihat ini!

Ji Won : Dia menyobek semua wajahku dari foto2 ini. Tidak peduli betapa bencinya dia padaku, dia tidak seharusnya melakukan ini, aku menghargai foto2 ini bagai permata.

Ji Won menangis dan memeluk Jin Soo yang tidak terlalu tergerak, justru Jin Soo lebih tertarik dengan satu foto, yang ada lipatannya, ketika ia melipatnya, Jin Soo memandang dua image itu lama sekali, gambarnya dan Eun Young.


Eun Young tiba di hotel dan menemui Seung yeon, kau lebih hebat dari yang kukira, sebagai sekretaris. Tempat ini dekat dengan kantor, mengapa memilih tetap di Seoul? Aku pikir akan di puncak gunung atau tebing.

Eun young mengajak Seung yeon minum. Seung Yeon menolaknya, tidak terima kasih. Ya sudah, kata Eun young, aku minum sendiri. Ah..aku benar2 kesal dengan orang itu, bekerja dengan penulis Lee Jin Soo pasti sangat melelahkan.
Seung Yeon membenarkan, tapi sudah mendingan sekarang.

Eun Young : benarkah?
Seung Yeon : kami lebih saling mengerti satu sama lain, kadang aku bisa menebak apa yang akan ia katakan.
Eun Young : Itu terdengar menjanjikan.

Eun young terlihat mulai mabuk dan Seung yeon menungguinya.

Sementara itu Ji won masih mengeluh, ia bilang cinta kami menjadi buruk. Jin Soo, bagaimana cinta bisa menjadi buruk? Hanya sushi yang bisa jadi busuk.
Jin Soo : Apa hubungannya dengan sushi?

Kemudian Jin soo pulang ke hotel dan ia menemukan gelas anggur, ia tanya apa Seung Yeon minum? tidak, kata Seung Yeon. Jin soo heran, siapa yang datang?
Jin Soo masuk ke kamar dan menemukan Eun Young duduk tertidur di tempat tidurnya, Eun Young mabuk. Jin Soo membaringkan dan menyelimuti Eun Young. Ingatan mengenai foto yang terlipat itu membuat hati Jin soo semakin berat, dia mengelus kepala Eun young dan keluar.

Jin soo sangat terganggu pikirannya sampai2 ia menjatuhkan ceretnya dan menumpahkan kopi yang dibuatnya. Seung Yeon baru akan pulang dan ia menyadari ada sesuatu, ia membersihkan tumpahan kopinya. Kenapa kau tidak pulang? tanya Jin Soo.

Seung Yeon mencemaskan Eun Young. tapi Jin Soo berkata dia tidak akan bangun sampai pagi. Apa kau akan pulang? Tidak, kata Seung yeon.
Jin Soo tertarik, kau mau kemana?
Seung Yeon : Aku ingin menonton film.
Jin Soo : Sekarang?

Seung yeon merasa ada yang direncanakan Jin Soo, dia berkata dia bisa membatalkan nontonnya kalau perlu. Seung yeon akan tinggal kalau memang harus. Aku bisa mengatakan padanya.
Jin Soo : Kau mau pergi dengan siapa? Teman?
Seung Yeon : Manager
Jin Soo : Dong Wook?
Jin Soo berkata jangan, jangan membatalkannya. Kita pergi sama-sama saja.
Seung yeon : Bagus, ayo pergi bersama.

Keduanya naik bis. Seung Yeon tanya, apa kau mau naik taksi? Tidak, tidak apa-apa, aku yang ikut, jadi terserah saja, bis juga bisa cepat.
Seung yeong merasa aneh, aku jadi malu kalau kau memperlakukanku seperti ini.

Jin soo : aku memisahkan antara kerja dan pribadiku.
Seung yeon mengaku, ketika ia pertama kali bertemu Jin soo, ia sungguh terpesona. Jin Soo membenarkan, aku jenis orang yang hanya mengandalkan kesan pertama.
Jin soo tanya, kau tidak punya perasaan apa-apa lagi padaku kan ?
Seung yeon : Bukan itu maksudku, maksudku kau benar2 beda dari kesan pertamaku.

Tiba2 bis mengerem mendadak, dan Jin soo mengulurkan tangan memegangi Seung yeon, membuat Seun yeon panik, apa yang kau lakukan?
Jin Soo berkata ia memisahkan kerja dan kehidupan. Sekarang kau bukan karyawanku, jadi nikmati saja perlakuanku padamu.

Seung Yeon gelisah, jam berapa ini. Ketika keduanya sampai di bioskop, Dong Wook melihat dengan pandangan sebal, bagaimana ini "ceweknya" membawa kencan lagi? hahahahaha...oh Dong wook..

Seung Yeon justru lebih memperhatikan Jin Soo, yang sudah lama tidak nonton dan ia menawarkan popcorn dan semacamnya. Jin soo awalnya tidak terlalu mengerti mengapa wajah Dong Wook cemberut terus melihatnya, contoh, ketika Seung yeon tersandung dalam kegelapan gedung, dan otomatis Jin Soo memegang lengannya, Dong Wook melihat dengan pandangan tidak suka.
Akhirnya Jin soo mengerti dan memilih duduk di gang dan menawarkan Dong Wook duduk dengan Seung yeon.

Tapi tiket mereka no. 7,8,9 sedangkan yang dipilih Jin soo adalah no.6, jadi? Seung Yeon duduk diantara Jin Soo dan Dong Wook hahaha..coba lihat ekspresi Dong Wook..Jin Soo berbisik pada dirinya sendiri : aku kesini untuk nonton film dan mungkin akan ditusuk setelah ini.

Film berlangsung dan semua menikmati filmnya. Tapi pikiran Jin Soo mengembara dan menciptakan filmya sendiri, ke masa lalunya.
Di memorinya itu, awalnya Jin Soo dan Eun Young ketawa dan ngobrol dengan Eun young,

kemudian Ji Won muncul diantara mereka dan memaksa Jin Soo minggir, akhirnya Ji Won dan Eun Young yang bercanda dan ngobrol.

Sehabis nonton, Seung yeon mengusulkan beli ice cream. Jin Soo melihat ekspresi dan tanda dari Dong Wook, ia berkata sudah lelah dan akan pulang saja, lalu mencari taksi. Seung Yeon kelihatan sekali kecewa ketika Jin Soo pergi dan Dong Wook yang kelihatan sekali senang.

Di hotel, Jin Soo melihat Eun Young masih tidur. Tapi Eun Young mengigau : Sepertinya itu suara Lee Jin Soo. Apa itu kau?

Jin Soo duduk di samping Eun Young. Eun Young masih dengan mata tertutup berkata dengan nada mengantuk :

Eun Young: Brengsek, jika kau terus seperti itu, setelah membiarkanku pergi, kau pasti akan menyesal. Kau tidak bisa tanpa aku, tapi masih saja pura-pura kuat di depanku. Kau sama sekali tidakpernah tulus, sehingga orang akan tidak tulus juga denganmu. Aku tidak peduli dengan uang, tapi kau membuatku menjadi seperti ini..apa kau tahu..aku tidak tahan lagi.

Jin Soo : Jika bukan kau yang mengurusku, lalu siapa yang akan melakukanny?

Eun Young : aku sudah lelah, semuanya sudah berakhir, akan seperti ini terus sepanjang hidupmu.

Jin soo termenung mengingat kata2 Eun Young. Jin soo duduk di depan jendela dan tidak tidur sampai fajar menyingsing.

Ketika Eun Young bangun keesokan paginya, ia melihat Jin soo masih duduk di depan jendela dengan pandangan menerawang...

Page 6
Page 5
Page 4
Page 3
Page 2
Page 1

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.