Monday, August 2, 2010

Dong Yi episode 37


Ratu Jang : Apa yang kau katakan? Apa yang sebenarnya kau katakan sekarang?
Dong yi : Kejadian yang sama, cara untuk membuktikan kesalahan Yang Mulia..tidak-kah anda mengerti..cara yang saya gunakan beberapa waktu lalu untuk menyelamatkan Anda dari masalah, akan sama dengan cara yang saya gunakan untuk membuktikan kesalahan anda.

Di luar pintu Gyotaejeon, Jo Sang Gung terlihat sangat gelisah. Bong Sang Gung dan Ae Jung menyadari itu. Yeong Sun datang dengan berlari dan Jo Sang gung langsung tanya apa yang kau temukan? Yeong Sun lapor, Yoo Sang Gung ditangkap. Jo Sang gung kaget sekali, Yeong Sun panik, apa yang harus kita lakukan Nyonya? Bagaimana jika insiden ini ada kelemahan? Jo Sang Gung minta Yeong Sun melaporkan ini pada Oh Tae Seok segera. Yeong Sun langsung lari lagi. Bong Sang Gung tampak puas dengan kegelisahan di wajah Jo Sang Gung.

Jang Hee Jae juga mendapat laporan tentang penangkapan Yoo Sang Gung. Petugas itu berkata Yoo sang Gung dan beberapa anak buahnya ditangkap karena masuk tanpa ijin ke kediaman Cheon Sang gung. Mereka punya buktinya. Jang Hee Jae heran, bagaimana mereka bisa mendapatkan bukti, bukti apa dan dari mana? Petugas itu berkata ia juga tidak tahu. Jang Hee Jae terpana, ia benar2 tidak bisa percaya.

Jeong Sang Gung menjabat sebagai Kepala Biro Penyelidik untuk sementara, Jung Im masuk dan lapor kalau ia sudah menyita baju Yoo Sang gung, Shi Bi dan Eun Geum dari bagian laundry/Sedapbang. Jeong sang gung mengerti dan tanya apa kau sudah menyiapkan bukti lainnya, ya kata Jung Im sudah disiapkan. Jeong Sang gung minta Yoo Sang Gung dibawa ke ruang interograsi. Tinggal satu lagi dalam rencana kita.

Shim Yun Taek pergi ke Daejeon. Ia menemui Kasim Han dan berkata berharap bisa menghadap Baginda. Kasim Han mengerti dan lapor ke dalam.

Sukjong terkejut, ada bukti untuk membuktikan kesalahan Ratu Jang? Shim Yun Taek membenarkan. Sukjong tertegun, Katakan padaku, apa ini benar2 perbuatan-nya dan dia terlibat dalam masalah ini? Shim Yun Taek dengan menyesal membenarkan-nya. Sukjong lalu ingin tahu apa buktinya? aku ingin tahu.

Pertanyaan yang sama juga diajukan Ratu Jang pada Dong Yi, apa bukti yang akan mengindikasikan kesalahan-nya, apa buktinya?
Dong yi diam saja, itu membuat Ratu Jang semakin gelisah dan membentak Dong yi
Ratu Jang : Apa kau tidak mendengarku? Aku tanya padamu apa itu? Apa itu sebenarnya?
Dong Yi : Yang Mulia?

Seo Yong Gi bersiap dan ia memerintah untuk menyegel Gyotaejeon, tidak boleh ada yang keluar dan masuk, amankan tempat itu, apa kalian mengerti? Hwang Jung Gun dan Han Jang Bu mengerti. Pasukan Nae Geum Bu dikerahkan ke Gyotaejeon.

Cha Cheon soo juga memperketat penjagaan di kediaman para anggota partai Namin. Han Jang Bu tiba di Gyotaejeon lalu memerintahkan pasukan mulai mengambil posisi. Jo Sang Gung keluar dari Gyotaejeon dan melihat kehadiran pasukan Nae Geum Bu. Jo sang Gung panik lalu lari ke dalam memanggil Ratu Jang. Nae Geum Bu mengepung Gyotaejeon.

Jo Sang Gung : Pasukan Nae Geum Bu sudah menutup akses Gyotaejeon.
Ratu Jang dan Dong Yi sama-sama terkejut.
Ratu Jang : Gyotaejeon disegel siapa yang memerintahkan itu?
Jo Sang Gung : Baginda..itu adalah perintah dari Baginda Raja, Yang Mulia.

Dong Yi juga terkejut sementara Ratu Jang shock! Ratu Jang melihat ke arah Dong yi, ini semua kau yang melakukannya kan, apa kau yang ada di belakang ini?
Dong yi menggeleng perlahan.

Ratu Jang : Beraninya kau memanipulasi perhatian Sukjong untuk melakukan ini padaku.

Dong Yi : Semua sudah siap Yang Mulia..sekarang anda tidak bisa lagi menyembunyikan kejahatan anda.
Ratu Jang : Apa?

Dong yi mengeluarkan dan menempatkan sebotol cuka anggur di meja. (Balsamic vinegar=cuka anggur, cuka dari buah anggur yang diperas tapi tidak melalui proses fermentasi.)

Dong Yi : Ini menunjukkan tangan anda, Yang Mulia..tangan andalah yang akan membuktikannya.

Di biro penyelidik, Jung Im mengeluarkan botol berisi cuka anggur yang sama lalu menunjukkan sesuatu. Kaus kaki yang mereka sita dari bagian laundry istana. Dan meletakkannya di depan Yoo Sang gung. Apa ini, tanya Yoo Sang Gung.

Jeong Sang gung berkata itu adalah bukti yang akan menunjukkan kesalahan anda. Apa anda tidak bisa melihatnya, itu adalah kaus kaki anda, Shi Bi dan Eun Geum. Yoo Sang Gung bingung. Jeong Sang Gung menjelaskan kaus kaki itu akan membuktikan kalau malam itu, Yoo Sang gung, Shi Bi dan juga Eun Geum masuk tanpa ijin ke kediaman Cheon Sang Gung dan melakukan pencarian tanpa ijin.

Di Gyotaejeon,

Dong Yi : Apa anda ingat beberapa waktu yang lalu, Yang Mulia dituduh melakukan kejahatan pada Ratu Inhyeon. Yang Mulia dituduh membawa tanaman obat beracun Ban Ha ke dalam istana. Saat itu, saya percaya anda tidak bersalah dan menggunakan cuka anggur untuk membuktikan kalau anda tidak bersalah.

(Episode 10 dan 11)

Dong Yi : Jadi seperti itu, meskipun dulu anda dituduh dengan salah dan tidak bersalah, tapi sekarang lain.

Kembali ke ep 36, Yoo Sang Gung menunjukkan buku catatan militer pada Ratu Jang dan Jang Hee Jae, Yoo Sang Gung berkata ia menemukan buku ini di lemari tersembunyi. Ratu Jang mengambil buku itu dan merasa senang. Ratu Jang membuka tiap lembaran buku.

Dong yi : Ketika Yang Mulia mengambil buku catatan militer itu, bukankah Yang Mulia mencium bau jahe yang sangat kuat diantara buku-buku itu?

Flasback : Bong Sang gung pergi ke dapur istana dan minta ekstrak jahe. Dayang dapur istana memberikan ekstrak jahe pada Bong Sang Gung. Bong Sang Gung dan Ae Jung menggunakan ekstrak jahe untuk melapisi lantai, sementara Dong yi mengawasinya.

Kemudian, ketika Yoo Sang gung, Shi Bi dan Eun Geum menginjak lantai di kamar Dong yi otomatis kaus kaki mereka terkena ekstrak jahe itu, ketika Yoo Sang Gung dan kedua gungnyeo memeriksa dan duduk di lantai, otomatis bukan hanya kaus kaki, tapi juga rok mereka terkena ekstrak jahe itu.

Di biro internal, Jeong Sang gung tanya, apa Yoo Sang Gung sekarang mengerti, ada jejak di kaus kaki mereka. Yoo sang Gung masih belum mengerti. Jeong Sang gung menyuruh Jung Im menunjukkannya.

Jung Im mengambil cuka anggur lalu meneteskan ke tepi kaus kaki yang sudah terkena ekstrak jahe itu. Terjadi reaksi kimia, kaus kaki berubah warna jadi merah muda. Yoo sang Gung tercengang melihat itu. Jeong sang gung berkata sekarang kalian sudah melihat sendiri buktinya dan tidak bisa menyangkalinya lagi. Yoo sang Gung mengambil kaus kaki itu dan bergumam, bagaimana ini mungkin? Eun geum dan Shi Bi pucat pasi.

Dong yi juga menjelaskan hal yang sama pada Ratu Jang dan Ratu Jang mencengkeram jubahnya.

Dong Yi : Ketika Yang mulia terkena lapisan buku catatan militer itu, berarti anda sudah pernah kontak dengan buku catatan itu, buku itu juga sudah direndam dalam ekstrak jahe, maka di tangan anda, akan ada jejaknya. Yang masih tersisa di tangan anda.

Ratu Jang : Jangan main-main denganku, hanya karena direndam dalam ekstrak jahe, tapi kejadian itu terjadi kemarin, bagaimana kau bisa menuduhku.

Dong Yi : Masih..masih kurang dari sehari, tangan Yang Mulia masih meninggalkan jejak ekstrak jahe, tidak akan hilang dalam 3 hari.

Ratu Jang terperanjat.

Dong Yi : Apa anda masih ingin menyangkalnya? sekarang apa anda bisa berkata kalau anda tidak tahu apa-apa. kalau anda tidak terlibat kejadian ini?
Ratu Jang : Kau lebih baik cepat menutup mulutmu!!
Dong yi : Yang Mulia!

Ratu Jang teriak-teriak : Tidak! kau tidak bisa melakukan ini..kau jelas tidak bisa mengusirku dari posisiku sekarang. Aku adalah Ratu negeri ini! Aku adalah ibu kandung Putra Mahkota! Apa kau kira kau bisa menggunakan ini untuk mengancamku, menggulingkan orang seperti aku!! Jangan menilai dirimu sendiri terlalu tinggi..kau ada di sini demi pengangkatan kembali Ratu Inhyeon, jadi kau sudah mengatur semua ini, apa kau tahu..semua kekacauan ini adalah kau dan Ratu Inhyeon yang mengaturnya, apa kau mengerti.

Ratu Jang sangat murka, dia melempar botol cuka anggur itu ke arah Dong Yi, hampir mengenainya.

Dong yi : Yang Mulia!!
Ratu Jang : Orang-orang yang harus mundur dari kekuasaan adalah kau dan Ratu Inhyeon!!

Tiba-tiba..Sukjong masuk ke Gyotaejeon!
Sukjong : Tidak..tidak ada hal seperti itu, akan terjadi, Ratu.

Ratu Jang terperangah karena tabiat jeleknya tertangkap basah oleh Sukjong sendiri, Dong yi juga kaget dengan kedatangan Sukjong yang mendadak, dia langsung berdiri untuk memberi hormat.

Dong yi : Yang Mulia?
Ratu Jang hanya bisa duduk termangu dan bergumam..Yang Mulia. Sukjong jelas terlihat sangat marah dan muak pada Ratu Jang. Dong yi keluar dari Gyotaejeon masih dalam keadaan kaget. Bong Sang gung dan Ae Jung mendekatinya, apa Nyonya tidak apa-apa?
Dong yi : Apa yang terjadi? Mengapa Baginda mendadak datang disini?
Bong Sang Gung : Tampaknya Baginda sudah tahu hal ini sebelum datang kesini.

Dong Yi kaget sekali, apa?

Ratu Jang mendekati Sukjong dan mencoba memberi penjelasan, ini bukan salahnya.
Ratu Jang : Yang Mulia..Yang Mulia, ini semua buatan dan jebakan. Saya tidak tahu apa-apa mengenai masalah ini
Sukjong : Ratu?
Ratu Jang : Cheon Sang Gung sangat terobsesi untuk mengangkat kembali Ratu Inhyeon sebagai Ratu, juga semua yang mengikutinya dan mereka yang bersamanya..semuanya adalah buatan, ini alasannya, inilah mengapa Dong Yi membawaku ke dalam jebakan, Yang Mulia..anda harus mempercayai saya..orang yang dijebak adalah saya Yang Mulia.

Sukjong sudah tidak tahan lagi dengan alasan Ratu Jang dan membentaknya, Hentikan!! tolong hentikan, ini sudah cukup, bisakah kau berhenti..Ok Jung.
Ratu Jang : Yang Mulia?
Sukjong : Jangan biarkan aku melihatmu seperti itu, kau sudah jatuh terlalu dalam, aku tidak berharap melihatmu seperti ini.

Sukjong meninggalkan Gyotaejeon dan terlihat kecewa dan sedih. Ratu Jang jatuh ke lantai menyadari kalau sudah merusak semua kepercayaan Sukjong padanya dan dia tidak akan pernah lagi bisa mendapatkan kepercayaan. Sukjong berdiri termangu di Gyotaejeon, ia sangat sedih lalu kesedihannya berubah jadi kemarahan. Ratu Jang di dalam kamarnya menangis tersedu-sedu.

Seo Yong gi dan Cha Cheon Soo mengunjungi Dong Yi. Apa Cheon Sang gung ada? tanya mereka. Bong Sang Gung membenarkan, dia sedang menerima Shim Yun Taek sekarang. Cha Cheon So terkejut.

Dong yi menanyakan apa niat Shim Yun Taek melaporkan pada Sukjong pertentangannya dengan Ratu Jang. Dong yi ingin semuanya selesai sebelum melaporkannya pada Sukjong.

Shim Yun Taek berkata semuanya sudah jelas dan pasti, tidak perlu kita menyembunyikan masalah ini lagi di depan Sukjong. Dong yi tidak setuju. Shim Yun Taek tanya apa kau takut apa akibatnya yang mungkin akan mempengaruhi Sukjong, makanya kau mencoba menundanya. Mungkin kau kasihan pada Ratu Jang.

Dong Yi terkejut. Shim Yun Taek meneruskan, masalah ini tidak bisa dihindari, sama seperti Sukjong dan sekarang pembuat keputusan adalah Sukjong. Sekarang tinggal Sukjong yang memutuskannya. Dong yi menghela nafas.

Sukjong merenung di Daejeon, ia masih marah setelah kejadian di Gyotaejeon, lalu memanggil Kasim Han. Sukjong ingin memanggil Do Seong Ji dan Seo Yong Gi untuk menghadapnya segera.

Yeong Sun menghadap Oh Tae Seok dan lapor kalau Dong yi sudah menemukan bukti. Oh Tae Seok terkejut mendengarnya. Yeong Sun memohon Oh Tae Seok melakukan sesuatu demi Ratu Jang, tidak ada waktu lagi, Oh Tae Seok harus ke istana segera. Tapi Oh Tae seok memilih untuk menunggu dan tanya apa reaksi Sukjong.

Seo Yong Gi terkejut, Baginda ingin melakukan pemeriksaan terhadap anggota partai Namin? Sukjong membenarkan. Seo Yong Gi dan Do Seong ji saling melihat, keduanya terkejut. Sukjong ingin semua anggota partai Namin diperiksa, semuanya baik yang terlibat perkara ini dan juga mereka yang terlibat perkara masa lalu dan semuanya. Sukjong tidak akan melepaskannya. Apa kalian sudah jelas? Sukjong tampaknya ingin mere-strukturisasi dewan menteri dan mengambil kesempatan ini untuk melakukan pembersihan.

Dong yi heran mendengar rencana Sukjong dari Cha Cheon Soo. Cha Cheon soo membenarkan, dewan istana akan mengalami badai besar.

Shim Yun Taek menunggu di jalan dan Jung In Guk mendatanginya, pelayannya mengenalkan Shim yun Taek pada Jung In Guk. Apa kau Shim Yun Taek? Shim yun Taek membenarkan dan mengenalkan diri. Jung In Guk berkata Ratu Inhyeon sudah menunggumu, ikut aku.

Ratu Inheyon mendapat laporan kalau Menteri Jung akan membawa Shim Yun Taek. Ratu Inhyeon : Apa dia orang dari Administrasi Hanseong, Ji Pyeon? yang sudah membantu Cheon Sang gung?
Ahn Sang Gung membenarkan, dia adalah putra mantan pejabat Cho Jang Seong /Pejabat publik administrasi Shim Min Yeong (pejabat ranking 1)

Jung In Guk datang, Ratu Inhyeon keluar dari pondoknya untuk memberi salam pada Shim Yun Taek. Jung In Guk mengenalkan Shim Yun Taek pada Ratu Inhyeon. Shim Yun Taek menghormat pada Ratu inhyeon. Ratu mengundang keduanya masuk.

Ratu Inhyeon : Aku sudah dengar, ketika kau di Uiju kau sudah memberikan bantuan besar pada Cheon Sang Gung.
Shim Yun Taek : Terima kasih atas pujian Yang Mulia, itu sama sekali bukan apa-apa.
Ratu Inhyeon : Aku sangat berterima kasih padamu..ada orang sepertimu disampingnya, aku merasa tenang.
Shim Yun Taek : Saya hanya memberikan bantuan kecil dan tidak berarti, tapi Yang Mulia, saya mohon tunggulah sedikit lagi, akan tiba hari kita akan mendapatkan kekuatan..akan segera tiba saatnya bagi Anda untuk kembali ke posisi yang semula, ke posisi Anda seharusnya.
Ratu Inhyeon masih ragu.

Hwang Jung Gu membawa semua anggota partai Namin yang akan diperiksa ke Nae Geum Bu, dan ia lapor pada Seo Yong Gi kalau semuanya sudah dikumpulkan. Seo Yong Gi tanya apa mereka adalah orang-orang yang terlibat kerjasama dengan Jang Hee Jae dalam masalah buku catatan militer itu? Masukkan mereka ke sel. Seo Yong gi tanya bagaimana dengan yang lain? Han Jang Bu berkata dia sudah mengerahkan pasukan untuk menahannya.

Yeong Dal minta Hwang ju shik cepat2. Hwang ju Shik kesal, mau apa cepat-cepat..ayo kata Yeong Dal, kalau tidak cepat kita akan kehilangan kesempatan menonton pertunjukan bagus. Yeong Dal lalu menarik tangan Hwang Ju Shik dan lari.

Kapten Nae Geum Bu dan pasukannya menyerbu ke rumah Oh Tae Pung dan memerintah untuk menangkap pemilik rumah ini. Pasukan itu mengerti.

Nyonya Park keluar dan bingung melihat keributan di luar rumahnya. Yeong Dal dan Hwang Ju Shik ada di luar rumah mereka sampai memanjat pagar untuk melihat kejadian itu. Keduanya merasa Oh Tae pung dan anaknya sudah melarikan diri. Akhirnya Yeong Dal dan Hwang ju shik turun dan memutuskan mencari ayah dan anak itu.

Ternyata keduanya berusaha melarikan diri. Oh Ho Yang mengingatkan ayahnya tentang jalan rahasia dan keduanya lari lewat jalan itu. Hanya..Hwang Ju Shik dan Yeong Dal menghalangi jalan mereka dan mengejutkan keduanya.

Yeong Dal tanya, kalian mau kemana? apa kalian mau melarikan diri. Oh Tae pung minta Hwang ju Shik pura2 tidak melihat mereka. Oh Ho Yang juga memohon agar mereka menyelamatkan nyawanya. Yeong Dal tertawa apa benar kau mengaku kalau nyawa kalian ada di tangan kami? Oh Tae Pung bahkan menawarkan hartanya pada Hwang Ju Shik tapi dia tidak tertarik. Yeong dal malah berteriak untuk cari perhatian, Oh Tae Pung dan Oh Ho Yang disini...!!!

Pasukan Nae Geum Bu segera saja mengepung Oh Tae Pung dan Oh Ho Yang, mereka menghunus pedang ke arah Oh Tae Pung dan anaknya. Hwang Ju shik dan Yeong Dal menyaksikan penangkapan itu dengan puas.

Ny. Yoon meminta Ratu Jang untuk tetap kuat dan tidak gentar dibawah tekanan, Ratu Jang harus tetap teguh, meskipun Ratu Jang harus diseret dari sini dengan paksa, Ratu Jang harus menahannya. Ny. Yoon berkata Partai Namin akan melindungi Ratu Jang, kelangsungan mereka tergantung pada keberadaan Ratu Jang.

Ratu Jang terlihat putus asa. Ibunya berkata Ratu Jang sudah memberikan mereka kekuatan politik. Jo Sang Gung gelisah mengapa Oh Tae seok begitu lambat, mengapa belum datang juga ke Gyotaejeon. Yeong Sun berkata dia sudah mengatakan pesan pada Oh Tae seok. Jo Sang gung menyuruh Yeong Sun mengatakan-nya lagi.

Partai Namin yang tersisa berkumpul di kediaman Oh tae seok. Sepertinya mereka berusaha membuang Ratu Jang. Partai Namin mendaftar anggota mereka yang ditahan Nae Geum Bu. Oh Tae seok berkata sekarang waktunya bagi mereka untuk mempertimbangkan semuanya, Sukjong sedang mengayunkan pedangnya langsung ke leher mereka. Partai Namin merasa mereka akan habis jika Gyotaejeon jatuh. Oh Tae seok berkata, Gyotaejeon sudah tergoncang, kita tidak bisa menggunakannya sebagai dasar.

Seorang anggota partai Namin memberikan surat pada Yoo Sang Gung yang ada di penjara. Yoo Sang gung membacanya dan terkejut, apa benar ini dari Oh Tae seok? Anggota partai Namin itu membenarkan.

Oh Tae Seok akhirnya menghadap Ratu Jang. Ratu Jang menegur Oh Tae seok, mengapa kau sangat lambat menemuiku. Situasinya tidak baik, dan partai Namin harus menyiapkan perlawanan segera atau kita akan masuk ke dalam jebakan mereka.

Ratu Jang berkata Yoo Sang gung akan mempertaruhkan nyawanya untuk dirinya jadi, Oh Tae seok harus memberikan rencana untuk melawan. Oh Tae seok dengan terus terang mengatakan kalau mereka sudah rugi banyak saat ini dan siapa yang bisa menyiapkan rencana perlawanan.

Ratu Jang terperanjat mendengar jawaban Oh Tae seok, berarti Oh Tae seok berencana membuang Ratu Jang, apa maksudmu? Oh Tae seok berkata Jang Hee Jae dan Oh Yun sudah ditangkap Nae Geum Bu dan menunggu kematian mereka. Jadi dalam keadaan ini jika kita melakukan sesuatu akan terlihat sebagai pembangkangan dan akan memicu kemarahan Raja lebih lagi.

Oh Tae Seok berkata pada Ratu Jang sebagai penguasa Gyotaejeon, jadi akan ada orang yang mengorbankan nyawa mereka tapi sekarang terlihat sia-sia. Bagaimanapun ini adalah politik dan Oh Tae seok yakin Ratu Jang mengerti itu. Ratu Jang berkata demi kelangsungan kehidupan politik kalian maka kalian sudah membuangku dan lepas tangan. Benar kata Oh tae seok, maafkan saya, saya sangat menyesal karena kali ini Ratu Jang harus menanggung semua tanggung jawab sendiri, tapi jika partai Namin berhasil bertahan maka Ratu Jang akan punya kesempatan untuk kembali.

Ratu Jang marah karena sudah disingkirkan. Oh Tae seok minta Ratu Jang jangan terlalu kecewa, Namin tidak benar2 melepaskan Ratu Jang, apapun kata orang, Ratu Jang adalah ibu kandung Putra Mahkota, apa Yang Mulia mengerti situasu sekarang? Ini adalah pilihan politik yang tersisa untuk Oh Tae Seok dan Ratu Jang. Ratu Jang tertegun.

Ny. Yoon terkejut dan mendatangi Oh Tae seok dan partai Namin, bagaimana kalian bisa memperlakukan Ratu Jang seperti itu, membuang Ratu Jang begitu saja. Oh Tae Seok minta anggota partainya pergi dan dia tidak akan mendengarkan tangisan dan raungan Ny. Yoon. Ny. Yoon jatuh dan menangis atas kemalangan yang menimpa putrinya.

Ratu Jang merenungkan semua kata-kata Oh Tae seok.

Cha Cheon Soo membawa Jang Hee Jae menemui seo Yong Gi. Yoo Sang gung, Shi bi dan Eun Geum juga hadir. Yoo Sang Gung mengaku bahwa semua dilakukan dibawah perintah Ratu Jang. Jang Hee Jae terperanjat, apa yang kau katakan. Yoo Sang gung berkata dia tidak tahu masalah ini, dia hanya mengikuti perintah Ratu Jang, ia tidak tahu kalau buku itu adalah buku catatan militer, itu yang sebenarnya.

Jang Hee Jae berteriak pada Yoo Sang Gung. Apa kau mencoba menikam Ratu Jang dari belakang, apa kau pikir kau akan hidup, siapa yang sudah memerintahkanmu mengatakan itu? Apa Oh Tae seok yang memintamu melawan Ratu Jang?

Seo Yong Gi minta Cha Cheon soo mengembalikan Jang Hee Jae ke selnya kembali. Cha Cheon Soo menyeret Jang Hee Jae pergi. Jang Hee Jae bersumpah dia tidak akan membiarkan ini begitu saja, baik Dong yi maupun semuanya akan menerima balasan sepuluh kali lipat. Cha Cheon Soo minta Jang Hee Jae segera dibawa pergi. Yoo Sang gung terlihat terkejut sekali dengan kemarahan Jang Hee Jae.

Sukjong membaca pengakuan mereka dan berkata semua yang ditahan menuduh langsung Ratu Jang. Seo Yong gi membenarkan, semua mengaku diperintah oleh Ratu Jang, bukan itu saja, diantara partai Namin yang sudah tertangkap, ada rencana untuk mencelakai Dong Yi dengan membawa rempah terlarang ke dalam istana. Sukjong terperanjat, mereka ingin meracuni Dong yi? Seo Yong gi membenarkan, tapi sungguh melegakan karena Dong yi tidak terkena racun. Rencana mereka tidak berhasil tapi niatnya ada. Seo Yong Gi berkata semua bukti mengarah pada satu arah, sekarang tinggal bagaimana mengajukan tuduhan ke Gyotaejeon. Sukjong takut dengan kesimpulannya.

Dong Yi mondar mandir di depan kediamannya. Cha Cheon Soo datang. Dong Yi mengundang Cha Cheon Soo masuk. Cha Cheon Soo mencoba menghibur Dong yi. Dong Yi bingung ia tidak mengerti apa yang terjadi padanya, ia tahu bahwa akhirnya akan seperti ini tapi ketika menyaksikannya, ia jadi sangat cemas. Dong yi berkata beberapa waktu lalu ia pikir suatu hari akan bisa seperti Ratu Jang, itu ketika Ratu Jang masih ada di Chwi Seon Dang, orang dengan pemikiran yang terhormat, tapi akhirnya justru tangannya sendiri yang menjatuhkan Ratu Jang.

Cha Cheon Soo meyakinkan Dong yi, itu bukan salahnya, Ratu Jang adalah orang yang tergoda oleh keserakahan kekuasaan dan otoritas, sehingga menutup telinga dan mata Ratu Jang, ia kehilangan semua perasaan-nya. Ratu Jang sekarang membayar apa yang sudah ia tabur.

Cha Cheon Soo berkata Ratu Jang tidak bisa menghindari godaan itu dan mengalahkan-nya, mungkin juga suatu yang tidak akan bisa dihindari Dong Yi, mungkin di masa depan, kau harus menandingkan diantara kebenaran dan kekuasaan dan mungkin inilah yang harus Dong yi lakukan.

Cha Cheon soo berpesan jika saatnya tiba jika Dong yi ingin berhasil maka seperti hari ini atau mengalami kesulitan yang lebih lagi, maka harus diingat di dasar hatinya, semuanya demi kepentingan Sukjong, itu akan menjadi tanggung jawab Dong yi. Dong Yi tampak yakin.

Sukjong melihat pengakuan itu lalu ingat hanya tinggal satu hal, yaitu memberikan tuduhan pada Gyotaejeon. Ratu Jang ada diantara anak buahnya yang menangis. Ratu Jang minta mereka untuk menghapus air matanya. Ratu Jang minta Jo Sang gung mengumumkan kedatangan-nya ke Daejeon, ia ingin bertemu Sukjong. Jo Sang Gung tanya apa yang ingin dilakukan Ratu Jang.

Sukjong melihat Ratu Jang. Ratu Jang berkata semuanya dilakukan dibawah perintahnya, itulah pengakuannya dan juga kesaksiannya, bukan hanya tahu masalah buku catatan militer itu, tapi juga dia menyuruh Yoo sang gung pergi ke kediaman Dong yi untuk mengambil buku militer itu.

Sukjong tanya mengapa Ratu Jang melakukan ini.

Ratu Jang tanya apa Sukjong tanya pertanyaan ini karena tidak tahu, itulah mengapa Anda tanya? Sama seperti semua orang di istana, Ratu Jang sudah menggunakan kekuatan dan kekuasaan-nya untuk mengukuhkan posisinya, bukankah itu yang dilakukan oleh semua orang yang memiliki kekuasaan di dunia ini?

Sukjong : Apa posisi Ratu sangat penting bagimu sehingga kau kehilangan jiwamu demi itu, bagaimana dengan kau yang dulu, orang yang memiliki pikiran terhormat.

Ratu Jang membenarkan, waktu itu ia memang benar orang seperti itu, tapi itu sudah lama berlalu, benar2 salah menjadi orang seperti itu. Benar atau salah untuk mendapatkan kekuasaan. Orang yang berkuasa selalu benar dan mereka yang tidak selalu salah, inilah kekuatan dan kekuasaan itu, dan apakah Sukjong benar2 tidak tahu itu sehingga menanyakan ini. Ratu Jang tanya apa Sukjong sudah tahu kalau waktu ini apapun taktik atau metode yang ia gunakan, semuanya demi mempertahankan posisinya.

Sukjong tanya apa maksud Ratu Jang, apa maksud perkataanmu?

Ratu Jang berdiri di luar Daejeon. Dong Yi ada di luar dan ia memberi hormat pada Ratu Jang. Ratu Jang berjalan melewati Dong yi. Dong yi tampak merasa sedih karena Ratu Jang.

Yeong Dal mengatakan kalau Ratu Jang sudah mengungkapkan semuanya pada Sukjong. Hwang Ju Shik terkejut. Keduanya yakin kali ini Ratu Jang akan dibuang sama seperti Ratu Inhyeon dulu.

Jung In Guk memimpin partai Seoin menghadap Sukjong di Geunjeong. Shim yun Taek ada dalam partai Seoin. Jung In Guk berkata kalau Ratu Jang sebagai Ratu negeri ini sudah menjual rahasia negara pada Qing China lalu untuk menutup kejahatannya, mereka menyalahkan Ratu Inhyeon.

Shim yun Taek berkata bukan hanya itu, Ratu Jang dan kakaknya Jang Hee Jae mencoba menyembunyikan ini dan mereka sudah melakukan banyak percobaan pembunuhan pada Dong Yi dan kejahatan mereka tidak bisa diampuni.

Jung In Guk menambahkan kalau Ratu Jang sudah terlibat kejahatan berat dan harus diturunkan dan dibuang dari istana, tolong Yang Mulia pertimbangkan. Semua anggota partai Seoin meminta Sukjong mempertimbangkannya.

Seo Yong Gi menghadap Sukjong.

Sukjong : Aku tahu kalau kejahatan Ratu Jang tidak ter-maafkan, tapi aku sangat susah membuat keputusan.
Seo Yong Gi : Apa alasannya karena Putra Mahkota?

Sukjong mengunjungi Putra Mahkota. Dayang istana Putra Mahkota menyambut Sukjong, apa anakku ada ? Ada apa? Sukjong masuk dan ternyata Putra Mahkota jatuh sakit.

Sukjong kaget, apa yang terjadi? dayang istana berkata Putra Mahkota mungkin masih sangat muda, tapi Yang Mulia tahu kondisi di istana. Putra Mahkota jatuh sakit karena tertekan dengan kemungkinan Ratu Jang akan dibuang dan diusir dari istana. Apa yang terjadi dengan Ratu Jang. Putra Mahkota menangis selama beberapa hari ini dan pingsan karena kelelahan.

Dayang Istana berkata ini kesalahan mereka karena tidak becus menjaga Putra Mahkota, hukum saja kami Baginda. Sukjong tidak tahan melihat putranya yang sakit. Putra Mahkota baru berusia sekitar 6 tahun.

Sukjong meninggalkan istana Putra Mahkota lalu duduk di pagar, ia ingat kata-kata Ratu Jang kalau ia menggunakan kekuasaan untuk mempertahankan posisinya. Sukjong ingin tahu apa maksud Ratu Jang? Ratu Jang melanjutkan yang ia maksud adalah Putra Mahkota, sebagai Pangeran Pewaris yang sudah ditunjuk oleh Sukjong sebagai pewarisnya, dan dia adalah ibu dari Putra Mahkota, apa baginda ingin menurunkanku dari posisiku apa baginda ingin menggoyahkan posisi Putra Mahkota juga.

Ratu Jang mengingatkan, dia adalah ibu kandung Putra Mahkota dan minta Sukjong jangan melupakan kenyataan itu. Sukjong merenung, Dong Yi memandanginya dari kejauhan dan merasa sedih melihat Sukjong terlihat tertekan.

Dong yi berkata pada rombongannya lebih baik kita kembali. Ae Jung heran, apa Dong yi tidak mau menemui Sukjong. Bukan kata Dong Yi, tapi karena dia tidak punya kata-kata untuk menghibur Sukjong. Bong Sang gung berkata Baginda merasa berat karena Putra Mahkota, baginda tidak punya pilihan selain menurunkan Ratu Jang, apa Dong yi akan mengalah kalau Ratu Jang tetap ada di keputren dan Ratu Inhyeon tetap di pembuangan, maka nyawa Dong yi akan dalam bahaya di masa depan. Dong Yi berkata meskipun demikian, itu tidak bisa dibandingkan dengan penderitaan Sukjong sekarang.

Keputusan ini hanya bisa dilakukan Sukjong, kali ini keputusannya akan membawa kesulitan untuk Sukjong.

Dong yi dan rombongannya pergi meninggalkan Sukjong sendiri untuk berpikir.

Seo Yong Gi berkata kalau Sukjong akan membuat keputusan sulit. Shim Yun Taek tanya apa kesulitannya. Apa kau tidak mengerti, jika Sukjong menurunkan Ratu Jang maka status Putra Mahkota akan terancam, padahal dibanding semuanya, Sukjong paling sayang dengan Putra Mahkota dan Sukjong mungkin tidak akan mengijinkan sesuatu yang buruk terjadi pada Putra Mahkota dan mungkin akan menyembunyikan masalah ini. Shim Yun Taek baru menyadari masalah Putra Mahkota ini.

Sukjong merenung di Daejeon dan ia memanggil Kasim Han. Sukjong minta Do Seong ji dipanggil, besok Sukjong ingin mengadakan sidang dewan istana di Geunjeong. Kasim Han mengerti.

Paginya, partai Seoin dan Namin berkumpul di Geunjeong. Partai Namin tahu Sukjong mungkin sudah mengambil keputusan yang menentukan nasib Ratu Jang.

Yeong sun datang dengan berlari lalu berkata Baginda sudah tiba di Geunjeong. sedangkan Ratu Jang bersama Ny. Yoon di dalam.

Ny. Yoon : Yang Mulia, anda adalah ibu kandung Putra Mahkota, baginda tidak akan melupakan itu.
Ratu Jang terlihat pasrah dengan takdirnya. Ny. Yoon mencoba menguatkan putrinya : Yang Mulia, anda harus kuat sampai akhir..Yang Mulia Ratu!! Yang Mulia!!

Kasim Han mengumumkan : Kedatangan Chu San Cheon Na

Sukjong masuk bersama rombongannya, Do Seong Ji membawa surat keputusan Sukjong. Sukjong duduk lalu menghadapi sidang. Semua membungkuk memberi hormat.

Sukjong berkata aku akan menyatakan pada Dewan istana keputusan yang sudah dibuat, sebelumnya pertama-tama aku ingin dewan istana mengerti apapun alasannya tidak akan bisa mengubah perintah ini dan keputusanku tidak akan berubah selamanya.

Sukjong : Do Seong ji, bacakan keputusanku.

Do Seong Ji : Baik, Yang Mulia.

Do Seong ji mulai membuka keputusan Raja dan Dong yi di kediamannya sangat gelisah.

Do Seong ji : Tahun Gapsul akhir bulan 4 hari ke 2, orang ini sudah menyebabkan pelanggaran berat melawan Raja untuk kepentingan pribadi dan karena mereka ingin menutup kejahatan mereka dengan menyalahkan Ratu Inhyeon yang tidak bersalah lalu mencoba mencelakai Gungnyeo Cheon Dong yi, kejahatan ini tidak bisa dimaafkan atau diampuni, jadi untuk menghukum orang-orang ini yang sudah terlibat kejahatan, aku akan melepaskan mereka dari semua jenjang dan posisi lalu mengeksekusi Gubernur Uiju Nam yeong Shik dan petugas Pyeongyang Lee Jung Woo. Lalu untuk penjahat Jang Hee Jae, Oh Yun, Hong Tae Yun (Anak buah Oh Yun)
, dan Cho Dae san akan dibuang ke Namhae do, Geoje Do, dan Honam Do dengan segera.

Jeong Sang gung lari ke Bo Yeong dang.

Do Seong Ji : kemudian Pejabat Yoo Jung Hwa, Jo Yong Shik, Kim Tae Seong, Hwang Joo Taek, dan Oh Tae seok akan dipindahkan...

Oh Tae Seok dan partai Namin pasrah dengan takdirnya.

Sukjong : Akhirnya keputusan akhir dan ini mengenai Gyotaejeon.

Sukjong : Dikatakan kalau posisi Ratu harus dilakukan dalam kebajikan dan kebaikan dan bijaksana untuk memberikan dukungan dalam menjaga Raja dan anak buahnya tapi Ratu Jang sudah kehilangan kebaikan itu dan telah melakukan kejahatan melawan Keluarga Raja sehingga tidak akan bisa dimaafkan, maka Ratu Jang tidak punya hak lagi tinggal di Gyotaejeon, jadi aku memerintahkan hari ini tahun Gapsul, bulan 4 hari ke 2 aku akan menurunkan Ratu Jang dari posisinya sebagai Ratu dan mencabut semua hak-haknya segera.

Ratu Jang mengepalkan tangannya. Dewan istana kacau. Jeong Sang gung mendatangi Dong yi. Dong Yi keluar : Nyonya! Dong yi mendekati Jeong sang Gung.

Bong Sang Gung : Apa yang terjadi?
Jeong Sang Gung : Penurunan ...Nyonya
Dong Yi terkejut
Jeong Sang Gung : Baginda sudah memerintah untuk menurunkan Ratu Jang dari posisi Ratu

Dong yi justru terlihat sedih bukannya senang.

Dong Yi 36

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.