Friday, April 8, 2011

Finding Mr. Destiny - part 2

Judul lain : Kim Jong Ok Chatgi
Sutradara : Chang You Jeong
Penulis : Lee Kyung Ui
Release : 9 Des 2010
Waktu : 112 min
CJ Entertainment

Cast :
Im Soo Jung as Seo Ji Woo
Gong Yoo as Han Gi Joon

Diangkat dari drama musikal dengan cerita dan sutradara yang sama, setelah membuat drama musikal, dia langsung membuat filmnya. So let's start the journey..

Gi Joon dan Ji Woo ketiduran di KA, jadi mereka harus turun di stasiun berikutnya. Mereka naik bis dan mulai naik gunung.

Ternyata Gi Joon tidak kenal daerah ini dan baru pertama kesini, yup..mereka tersesat. Parahnya lagi, Ji Woo kecapaian dan ia pingsan.
Gi Joon harus menggendongnya sampai ke rumah itu.

Pria yang dikira sebagai Kim Jong Wook itu ternyata namanya, Kim Jong Mo. Ia berkata tidak mudah pergi ke gunung seperti ini, apalagi dengan teman wanita.

Awalnya Gi joon terlihat bangga, tapi Kim Jong Mo berkata saat Gi joon bertemu dengannya, ia menangis.

Gi Joon dan Ji Woo duduk di depan perapian dan minum arak. Gi joon berkata ia iri pada Kim Jong Wook yang bisa meninggalkan kesan mendalam di hati Ji Woo.

Ji Woo : Apa kekurangan Han Gi joon, kau ini bertanggung jawab dan menyelesaikan semuanya dan bahkan sekarang aku tahu kalau kau suka menangis.
Ji Woo ingin tahu kisah cinta pertama Gi Joon, ceritakanlah..kau tahu semuanya tentang ceritaku.

Gi Joon : Dia kakak kelasku, dia punya mata yang indah.
Ji Woo : Semua cinta pertama selalu punya mata yang indah.
Gi joon : Ya Sudah.
Ji Woo menepuk bahu Gi Joon, maaf..maaf, lalu menuang arak lagi.

Gi Joon cerita, ia tidak pernah bisa menyatakan perasaan-nya pada gadis itu, sampai hari ia berangkat untuk pertukaran pelajar.
Gi Joon : Lalu aku dapat undangan, maka aku terbang. Aku terbang langsung dari Osaka. Aku bukannya tidak berani.

Ji Woo : Sudahlah sekarang sudah bukan masalah lagi.
Gi Joon : Ini karena aku tiba-tiba kehilangan rasa percaya. Ini karena aku tidak melanjutkan perasaan cintaku padanya. Apa aku bodoh?
Ji Woo tertegun..Gi Joon hanya senyum
Tiba-tiba Ji Woo mendekat dan mencium Gi Joon...

Keesokan paginya, Kim Jong Mo mengantar mereka ke stasiun. Karena keduanya diam, ia tanya ada apa? Apa terjadi sesuatu semalam?
Spontan mereka menjawab : Tidak!
Jong Mo geli, berarti iya. Mobil Jong Mo ini "cepat" sekali, sampai paman yang bersepeda dan juga orang yang sedang lari bisa menyalipnya.

Ji Woo dan Gi Joon sampai di stasiun, kereta sudah mau berangkat, Gi joon menarik tangan Ji Woo, ayo..kita tidak boleh ketinggalan.
Gi Joon bahkan membalikkan bangku kereta agar Ji Woo bisa meluruskan kakinya.

Ji Woo sampai di gedung pertunjukan dan janji akan ketemu Gi Joon di resto depan gedung.

Setelah Ji Woo selesai, ia pergi menemui Gi Joon. Gi joon tanya, kenapa orang seperti Ji Woo yang sudah menghasilkan album kokoro justru memilih jadi sutradara musikal?
Ji Woo : Ini karena aku suka musik.

Gi Joon : Aku suka kau yang apa adanya.
Keduanya tertawa. Ji Woo berkata kalau ia juga sama, ia suka Gi joon yang seperti ini.

Gi Joon tertawa sendiri di kamarnya saat mengingat kata-kata Ji Woo.
Gi Joon membuka buku harian Ji Woo dan ingin mengambil foto Ji Woo di depan Taj Mahal. Tapi justru menemukan alamat Kim Jong Wook.

Ji Woo menemukan adiknya mabuk di depan rumah, karena pacarnya tidak juga melamarnya. Ji Woo mengantar adiknya ke kamar lalu panik karena buku hariannya tidak ada.

Gi Joon memberikan buku harian Ji Woo dan mengulurkan alamat Kim Jong Wook. Aku menemukan Kim Jong Wook.
Gi Joon : Ini tidak benar, seharusnya kau berpikir kalau dia akan senang bertemu denganmu. Kenapa kau tidak menemuinya waktu itu?

Ji Woo minta maaf, saat itu hujan di Osaka. Gi Joon merasa Ji Woo tidak berani menemui Kim Jong Wook, hari itu sama sekali tidak ada hujan di Osaka. Kau hanya takut, kalau kau bertemu dia lagi, ternyata tidak sesuai dengan bayangan cinta pertamamu yang indah.

Gi joon : Kau takut kalau kenangan cinta pertamamu rusak.
Gi joon jalan pergi. Ji Woo teriak, lalu apa yang harus kulakukan?

Gi joon : Kau selalu dapat memulainya lagi.

Ji Woo kembali kerja dan teringat, memang saat itu Kim Jong Wook sudah memberikan alamatnya padanya.

Sedangkan Ji Woo menulis alamatnya di telapak tangan Kim Jong Wook.

Jong Wook pergi dan Ji Woo mengejarnya. Tapi karena begitu banyak orang, maka Ji Woo kesulitan mengejar Kim Jong Wook.
Ji Woo terjatuh dan Kim Jong Wook menghilang.

Tiba-tiba Kak Su Kyeong jatuh dari panggung. Semua panik. Ji Woo membeku.
Ji Woo harus berurusan dengan polisi. Ayahnya menjemputnya.

Ayah Ji Woo marah, ia selama ini susah sekali membesarkan dua anak perempuan tanpa ibu mereka, kenapa kau tidak mencari pekerjaan yang nyaman, lalu menikah.
Ji Woo marah, itu hanya panggung yang runtuh, kenapa selalu berakhir disini?

Han Gi Joon mendengar kejadian itu dari berita TV dan ia bergegas mencari Ji Woo. Ia pergi ke gedung, tapi ditutup. Pergi ke bar, tapi Ji Woo sudah pergi. Ji Woo..kau dimana?

Ji Woo duduk sendiri di stasiun sambil makan kue, ia menangis.
Ji woo : Kenapa kue ini tidak ada rasanya...

Ji Woo mengantar Su Kyeong ke mobilnya. Ia senang akhirnya Su Kyeong keluar dari RS dan tidak luka serius.

Gi Joon mendapat telp, dan ia tertegun. Seorang pria ingin mencari seorang wanita yang 10 tahun lalu ia temui di India.
Gi Joon tanya, siapa namamu?

Gi Joon menemui Ji Woo di gedung pertunjukan dan ia berkata kalau Kim Jong Wook menemukan Ji Woo.
Ji Woo tiba-tiba tertegun, tapi ia tidak bisa bicara karena ada masalah. Aktris utama Su Kyeong tidak bisa datang tepat waktu karena terjebak kemacetan.

Ji Woo minta Gi joon menunggu sebentar, lalu ia pergi bersama asisten-nya.

Di belakang panggung, mereka menyeret Ji Woo ke ruang ganti. Ji Woo teriak2 sunbae..apa yang terjadi?

Asisten sutradara memimpin pertunjukan dan ia memberi aba-aba untuk artis utama.

Ji Woo sudah berdandan dan masuk ke panggung.
Ji Woo mulai menyanyi dan Han Gi Joon masuk ke dalam karena sadar Ji Woo yang menggantikan artis yang terlambat datang itu. Ia tertegun melihat Ji Woo.


Ji Woo sukses berkolaborasi dengan para artis dan penari. Kak Su Kyeong datang dan Ji Woo dengan rapi turun ke bawah panggung dan membaur bersama para penari.

Asisten Sutradara dan kru senang sekali dan tidak menyangka kalau penampilan Ji Woo ternyata bagus sekali.

Penonton juga terpesona dan tepuk tangan, termasuk Gi Joon, ia kelihatan sangat kagum.

Pertunjukan musikal selesai dan Gi Joon memberikan bunga pada Ji Woo.

Gi Joon dan Ji Woo duduk bersama. Gi Joon berkata, kali ini Kim Jong Wook yang mencarimu.

Gi Joon memberi ucapan selamat pada Ji Woo karena berhasil menemukan Kim jong Wook.
Gi Joon mengingatkan kalau Kim Jong Wook akan pergi jauh dan kali ini lama sekali.

Ji Woo mengulurkan tangannya, terima kasih untuk semuanya.

Lalu Gi Joon pergi dengan berat hati.

Gi Joon menemui managernya, ia ingin ke India. Ini karena seorang wanita kata Gi Joon.

Gi Joon : Ada apa sebenarnya dengan India, sehingga membuatnya tidak bisa melupakannya, aku ingin tahu seperti apa India, merasakan-nya dan mencium aromanya. negeri seperti apa yang tidak bisa kau lupakan sampai 10 tahun?
Manager bingung, Han Gi Joon, kau kenapa?

Ji Woo memandangi foto2nya lagi. Ayahnya tanya apa Ji Woo akan menemui pria itu?
Ji Woo tidak yakin kalau dia adalah belahan jiwanya.

Ayah: Kau ini pengecut.
Ji Woo : Tapi apa mungkin takdirku dengan orang lain? Ayahnya berkata kau harus percaya kalau kau bisa mencapai takdirmu.

Ji Hye pulang kerja dan pacarnya sudah menunggunya. Adik Ji Woo dilamar pacarnya.

Gi joon hopeless lagi dan kakak-nya marah2. Kau ini kenapa, baru saja mendirikan perusahaan, lalu terpesona dengan seorang gadis. Apa maumu? kau ini sudah 36 th kau seharusnya menyadari realita.

Gi Joon berkata kali ini, biarkan dia melakukan apa yang ingin dia lakukan.

Ji Woo menerima pujian dari asisten dan juga dari aktris karena penampilannya kemarin. Asisten-nya minta tandatangan pada Ji Woo.

Ji Woo tiba2 sadar tentang apa sebenarnya yang ia inginkan, lalu menyerahkan panggung pada asisten-nya. Kemarin kau hebat sekali, aku harus pergi.

Ji Woo bergegas lari keluar, ia harus ke bandara.

Gi Joon kembali kerja dan ia menerima telp lagi. Ada orang yang ingin kembali ke cinta pertamanya, tapi cinta pertamanya sudah memutuskannya.
Gi Joon tiba-tiba kesal, kalau orang itu ingin putus, kenapa kau berkeras ingin kembali? lalu membanting telp. Jika kau mencintainya, maka pergi dan kejar dia.

Gi Joon ingat saat-saat ia pergi mencari Kim Jong Wook bersama Ji Woo. Lalu saat Ji Woo menciumnya di depan api unggun.

Gi Joon merenung. Tiba-tiba kakak iparnya masuk dan menulis di papan, cinta pertama tidak harus selalu orang yang pertama.
Gi Joon sadar, lalu ia minta kakak iparnya mengantarnya ke bandara.

Ji Woo lari ke seluruh penjuru bandara dan tiba-tiba ia melihat pria itu, Kim Jong Wook. Masih seperti dulu, saat ia melihatnya jalan di India.

Gi Joon bergegas keluar dari mobil kakak iparnya, dan lari. Kakak iparnya memberi semangat.

Kim Jong Wook melihat Ji Woo, tapi reflek Ji Woo berbalik. Jong Wook memanggilnya, Ji Woo! Mau tidak mau Ji Woo berbalik dan menemui Jong Wook.

Gi Joon lari dan melihat mereka. Hatinya tiba-tiba sakit, ia berbalik dan menghela nafas lalu jalan pergi.

Gi Joon sedang bingung, sampai ia turun melalui eskalator untuk naik, semua penumpang heran melihatnya. Gi Joon hanya tersenyum getir dan menghela nafas.

Gi Joon jalan keluar bandara dengan lunglai.

Tiba-tiba Ji Woo keluar dan lari menyusulnya, Han Gi Joon!

Gi Joon kaget melihat Ji Woo. Ji Woo tanya, kau kenapa? kau seperti melihat hantu. Gi Joon heran, apa yang dilakukan Ji Woo disini.

Ji Woo berkata kalau ia tadi bertemu Kim Jong Wook untuk menyelesaikan hubungan mereka karena ia ingin mengawali sesuatu yang baru.

Ji Woo menatap Gi Joon dengan penuh arti dan berkata : Halo..halo..halo..

Gi joon tersenyum lega dan senang, berarti Ji Woo memilihnya.
Ji Woo tersenyum dan merangkul lengan Gi Joon, ayo kita pergi.

Gi joon jalan mendahului Ji Woo dan tanya, Ji Woo ayo kita jalan sampai Seoul.

Ji Woo menolaknya, nanti kau menangis seperti waktu itu. Gi Joon janji tidak akan seperti dulu.

Ji Woo geli, sudahlah ayo jalan, ia mendahului Gi Joon.
Tiba-tiba Gi joon menarik lengan Ji Woo, lalu menciumnya. wow..

Keduanya berciuman lalu ketawa dan berciuman lagi...
Selesai.

Epilog

Osaka 20 Januari 2000

Gi joon gelisah di antrian, ia sangat ingin pulang ke Seoul. Pacarnya tiba-tiba akan menikah, ia panik dan berharap bisa mendapat tiket untuk hari itu.
Tapi petugas berkata kalau hari ini penerbangan ke Seoul sudah penuh. Ia hanya minta Gi joon menunggu jika ada penumpang yang membatalkan tiket, maka Gi joon baru bisa pulang.

Gi Joon jalan dengan sedih. Lalu Ji Woo jalan ke counter, ia ingin membatalkan tiketnya.

Gi Joon mendengar ini dan langsung semangat. Ia menuju counter dan berkata kau mau ke Seoul? Ji Woo membenarkan. Gi Joon berkata, kalau begitu aku akan membelinya.

Petugas segera memproses tiket itu. Keduanya menunggu.

Gi joon tanya, kenapa tiba-tiba batal pulang?
Ji Woo berkata ia hanya ingin menyerahkan takdir pada takdir. Gi joon manggut-manggut. Proses selesai dan Ji Woo bisa mengundur keberangkatan-nya, ia jalan pergi.

Gi joon menyusulnya, tunggu! Lalu memberikan kotak isi kue pada Ji Woo. Ini kelihatan-nya cantik, tapi sebenarnya rasanya biasa saja.

Ji Woo tersenyum : Terima kasih, bye.

Gi Joon tersenyum dan jalan pergi. Petugas memanggilnya, tuan, anda lupa tiketnya. Gi joon senang sekali. Akhirnya pulang juga.

Ji Woo menoleh dan melihat Gi Joon jalan pergi.
Gi Joon menoleh dan melihat Ji Woo pergi.

Keduanya meneruskan perjalanan mereka, sampai nanti bertemu 10 tahun lagi.......
Destiny is destiny...

Jadi, sebenarnya mereka sudah ketemu 10 tahun lalu tapi keduanya tidak ingat. Ji Woo saat itu seharusnya ketemu Kim Jong Wook di Osaka, tapi tiba-tiba ia tidak yakin dan batal pulang ke Seoul dan meninggalkan bandara.
Sebenarnya Mr. Destiny-nya Ji Woo ya Han Gi Joon itu hahaha...
Sweet and fun story, I like it. Gong Yoo is great and Im Soo Jung is wonderful. Oya, keduanya juga pernah digosipkan pacaran kan, th 2008 lalu hehehe..

Notes
I'm posting this in the middle of my hectic schedule ..
Yang lain menyusul, kayanya next week deh :)

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.